Connect with us

NUSANTARA

Herman Deru Dukung Penuh PIT ke-17 PERDICI 2026 di Palembang Demi Tingkatkan Kompetensi Tenaga Medis

Aktualitas.id -

Herman Deru menerima audiensi panitia PIT PERDICI 2026 di Ruang Tamu Gubernur Sumatera Selatan.
Gubernur Sumsel, Herman Deru menerima audiensi panitia PIT PERDICI 2026 di Ruang Tamu Gubernur Sumatera Selatan.

AKTUALITAS.ID – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Pertemuan Ilmiah Tahunan ke-17 Perhimpunan Dokter Intensive Care Indonesia atau yang dikenal dengan PIT PERDICI 2026.

Kegiatan berskala nasional yang mengusung tema “Redefining Critical Care: Innovation, Integration, and Impact” ini akan berlangsung di Kota Palembang pada 9 hingga 12 September 2026. Selain menjadi ajang pertemuan ilmiah tahunan para dokter spesialis intensive care, acara tersebut juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Sepsis Sedunia ke-14 serta penyelenggaraan perdana Soft Circle Palembang.

Herman Deru menyambut baik terpilihnya Palembang sebagai tuan rumah, dengan seringnya kota itu dipilih untuk kegiatan ilmiah kedokteran, menjadi bukti bahwa Palembang telah menjelma sebagai salah satu destinasi utama pertemuan nasional di bidang kesehatan.

BACA JUGA  Pasien Covid-19 Sumsel yang Berhasil Sembuh 3 Orang

“Pemerintah Provinsi Sumsel tentu mendukung penuh kegiatan ini. Saya senang melihat berbagai asosiasi profesi dokter, termasuk spesialis anestesiologi dan terapi intensif, menjadikan Palembang sebagai lokasi kegiatan rutinnya,” ujar Herman Deru dalam keterangan pers yang diterima, Aktualitas.id, Senin (13/7/2026).

Ia menambahkan, agar seluruh persiapan berjalan maksimal, panitia diminta segera berkoordinasi dengan bagian protokol pemerintah provinsi untuk mematangkan detail teknis pelaksanaan. Dukungan tersebut diharapkan mampu menciptakan atmosfer ilmiah yang kondusif bagi peserta dari berbagai daerah.

Sementara itu, Ketua Panitia Annual Meeting ke-17 PERDICI 2026, Dr. dr. Zulkifli, Sp.An-TI, Subsp.TI(K), M.Kes., MARS, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan dirancang untuk meningkatkan kompetensi dan memperluas wawasan tenaga medis, terutama di bidang anestesiologi dan terapi intensif. Dr. Zulkifli menekankan bahwa forum ini memiliki peran strategis dalam memperbarui pengetahuan klinis berbasis bukti dan perkembangan teknologi kedokteran terkini.

BACA JUGA  Gubernur Herman Deru Tampilkan Inovasi Pindang Patin di Ajang IGA tahun 2020

“Kegiatan ini juga menjadi wadah strategis untuk mempererat kerja sama antar tenaga kesehatan dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara luas. Kami sangat mengharapkan kehadiran Bapak Gubernur pada upacara pembukaan nanti,” kata Ketua Panitia tersebut.

Pernyataan itu menggarisbawahi pentingnya kehadiran kepala daerah sebagai simbol dukungan pemerintah terhadap pengembangan sumber daya manusia medis. Selain Dr. Zulkifli, audiensi itu juga dihadiri oleh Wakil Ketua Panitia, Dr. dr. Mayang Indah Lestari, Sp.An-TI, Subsp.TI(K), beserta sejumlah anggota panitia lainnya. Kehadiran mereka memperlihatkan keseriusan pengurus pusat dan daerah dalam menyukseskan hajatan tahunan PERDICI.

Pemilihan Palembang sebagai lokasi PIT ke-17 tidak lepas dari kesiapan infrastruktur dan akomodasi kota tersebut, yang sebelumnya telah berulang kali menjadi tuan rumah konferensi dan kongres nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, Sumatera Selatan memang mencatat peningkatan frekuensi kegiatan ilmiah serupa, sejalan dengan pengembangan fasilitas kesehatan dan pertumbuhan sektor pertemuan di provinsi itu.

BACA JUGA  Kejaksaan Terima Hibah Tanah dari Pemprov Jambi untuk RS Rehab Narkotika

Tema “Redefining Critical Care: Innovation, Integration, and Impact” yang diangkat tahun ini merefleksikan kebutuhan mendesak para praktisi perawatan intensif untuk terus berinovasi dan mengintegrasikan pendekatan multidisiplin. Dengan menyatukan seminar, lokakarya, dan peringatan Hari Sepsis Sedunia, panitia berharap para peserta tidak hanya mendapatkan pembaruan teori, tetapi juga keterampilan praktis yang berdampak langsung pada keselamatan pasien kritis. (Yoke)

TRENDING