Connect with us

NUSANTARA

Kalsel Dihantam Banjir dan Puting Beliung Saat Karhutla Belum Padam

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Kalimantan Selatan menghadapi situasi darurat bencana berlapis. Saat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah kawasan, hujan deras justru memicu banjir dan cuaca ekstrem yang berdampak pada ratusan warga.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan Kalimantan Selatan kini menghadapi ancaman ganda yang memerlukan penanganan serius dan cepat. Data terbaru menunjukkan masih terdapat sekitar 75 hektare lahan yang terdampak karhutla di wilayah tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menegaskan kondisi di Kalimantan Selatan tidak bisa dipandang sebelah mata karena berbagai jenis bencana terjadi secara bersamaan.

“Di Kalsel, selain banjir, juga terdapat karhutla. Selain karhutla, ada banjir, sehingga ini perlu kita tangani secara serius tentunya,” kata Berton dalam konferensi pers, Kamis (29/10/2026).

BACA JUGA  Bibit Siklon Mengintai! BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Ancam Indonesia

Salah satu wilayah yang terdampak cukup signifikan adalah Kabupaten Banjar. Selain banjir, daerah ini juga diterjang cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin puting beliung yang menyebabkan kerusakan di sejumlah permukiman warga.

“Di Banjar ada cuaca ekstrem di sana yang terdampak juga ada 175 orang,” ujar Berton.

Berdasarkan laporan BNPB, angin puting beliung menghantam sejumlah desa di Kecamatan Astambul dan Martapura Barat. Beberapa wilayah yang terdampak antara lain Desa Sungai Alat, Desa Sungai Rangas Hambuku, Desa Sungai Rangas Ulu, Desa Sungai Batang Ilir, hingga Desa Penggalaman.

Akibat terjangan angin kencang disertai hujan lebat tersebut, sejumlah rumah mengalami kerusakan dan banyak pohon tumbang. Sedikitnya 35 kepala keluarga terdampak dalam kejadian tersebut.

BACA JUGA  3500 Personel Tak Mampu Padamkan Api Karhutla Kalsel

Merespons situasi tersebut, BPBD Kabupaten Banjar langsung melakukan asesmen lapangan, berkoordinasi dengan pemerintah setempat, serta menyiapkan distribusi bantuan logistik bagi warga terdampak.

Tidak hanya Kalimantan Selatan, BNPB juga mencatat banjir meluas ke sejumlah wilayah lain di Sumatra. Di Kota Subulussalam, Aceh, sedikitnya 2.345 warga terdampak banjir. Sementara di Labuhanbatu, Sumatera Utara, jumlah warga terdampak mencapai 2.600 orang.

Banjir juga melanda Kabupaten Asahan dengan 2.025 warga terdampak, serta Kabupaten Deli Serdang yang mencatat sedikitnya 730 warga terdampak akibat luapan Sungai Sei Putih dan Sungai Sei Belawan yang disertai jebolnya tanggul.

Di Asahan, meluapnya Sungai Silau Tua setelah hujan deras mengguyur kawasan hulu menyebabkan sedikitnya 405 rumah terdampak banjir. Sedangkan di Deli Serdang, sekitar 146 kepala keluarga atau 573 jiwa terdampak genangan yang merendam permukiman.

BACA JUGA  Banjir Lamongan Jatim: 1.706 Rumah di 6 Kecamatan Terendam Akibat Luapan Bengawan Solo

BNPB mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman hidrometeorologi basah yang berpotensi meningkat seiring tingginya intensitas hujan di sejumlah wilayah.

“Tentu kami juga memberikan imbauan kepada pemerintah untuk mengantisipasi ataupun mewaspadai potensi bahaya dari hidrometeorologi basah ini,” kata Berton.

Situasi ini menunjukkan ancaman bencana di Indonesia memasuki fase yang semakin kompleks. Di Kalimantan Selatan, masyarakat tidak hanya menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga harus bersiap menghadapi banjir dan cuaca ekstrem yang datang hampir bersamaan. Kondisi tersebut membuat kesiapsiagaan pemerintah daerah dan masyarakat menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko korban maupun kerugian yang lebih besar. (Kusuma/Mun)

TRENDING