OASE
Rahasia Besar Haji dan Kurban Terungkap dalam Ayat Al-Qur’an
AKTUALITAS.ID – Ibadah haji dan kurban bukan sekadar tradisi tahunan umat Islam. Al-Qur’an menegaskan keduanya sebagai syiar agung yang sarat perintah, pengorbanan, hingga peringatan keras bagi mereka yang mampu namun mengabaikannya. Bahkan, dalam salah satu ayat, Allah SWT menegaskan bahwa siapa yang mengingkari kewajiban haji, maka Allah tidak membutuhkan apa pun dari seluruh alam.
Momentum musim haji dan Iduladha kembali mengingatkan umat Islam pada pesan besar ketakwaan, pengorbanan, dan kepatuhan total kepada Allah SWT. Sejumlah ayat Al-Qur’an secara tegas mengatur kewajiban haji, tata cara ibadah, hingga makna hakiki kurban yang sesungguhnya bukan terletak pada darah atau daging hewan, melainkan ketakwaan hati manusia.
Dalam Surah Ali Imran ayat 97, Allah SWT secara tegas mewajibkan ibadah haji bagi setiap muslim yang mampu secara fisik, finansial, dan perjalanan.
{QS. Ali Imran: 97} ; : ; وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا
Ayat tersebut juga memuat peringatan keras bagi orang yang mengingkari kewajiban haji. Dalam tafsir para ulama, pengingkaran terhadap kewajiban haji bagi yang mampu termasuk bentuk kekufuran terhadap syariat Allah SWT.
Tak hanya itu, Al-Qur’an juga menjelaskan bahwa ibadah haji harus disempurnakan dengan penuh ketaatan. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 196, Allah SWT memerintahkan umat Islam menyempurnakan haji dan umrah serta menjelaskan aturan kurban (hadyu), fidyah, hingga ketentuan puasa bagi yang tidak mampu menyembelih hewan.
Sementara itu, dalam Surah Al-Hajj ayat 27, Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim AS menyerukan panggilan haji kepada seluruh manusia.
{QS. Al-Hajj: 27} ; : ; وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا
Seruan itu terbukti menggema hingga kini. Jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia rela menempuh perjalanan panjang demi memenuhi panggilan suci ke Baitullah.
Al-Qur’an juga menegaskan bahwa haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi latihan spiritual dan moral. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 197, jamaah haji dilarang berkata kotor, bermaksiat, dan bertengkar selama menjalankan ihram.
Selain itu, Allah SWT mengingatkan bahwa bekal terbaik dalam ibadah haji bukanlah harta, melainkan ketakwaan.
Puncak pesan spiritual tentang kurban tertuang dalam Surah Al-Hajj ayat 37. Allah SWT menegaskan bahwa darah dan daging hewan kurban tidak akan sampai kepada-Nya, melainkan ketakwaan manusia.
{QS. Al-Hajj: 37} ; : ; لَن يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنكُمْ
Pesan ini menjadi penegasan bahwa ibadah kurban bukan ajang pamer atau simbol status sosial, melainkan bentuk keikhlasan dan kepatuhan total kepada Allah SWT.
Dalam Surah Al-Maidah ayat 2, Allah SWT juga memperingatkan umat Islam agar tidak merusak syiar-syiar Allah, termasuk kehormatan ibadah haji, bulan haram, dan hewan kurban.
Rangkaian ayat tentang haji dan kurban itu menunjukkan bahwa Islam menempatkan ibadah ini sebagai simbol persatuan umat, ketakwaan, pengorbanan, serta kepatuhan tanpa syarat kepada perintah Allah SWT. (Mun)
-
NASIONAL19/05/2026 10:45 WIBPFI Pusat Desak Kemlu Selamatkan Wartawan Indonesia yang Ditahan Israel
-
NASIONAL19/05/2026 11:15 WIBJurnalis Indonesia Ditangkap Tentara Israel dalam Misi Gaza, KPP DEM Desak Presiden Bertindak Tegas
-
DUNIA19/05/2026 08:00 WIBMahkamah Agung Saudi Umumkan Idul Adha 27 Mei
-
JABODETABEK19/05/2026 05:30 WIBBMKG Prediksi Jakarta Hujan Ringan Selasa 19 Mei
-
DUNIA19/05/2026 12:00 WIBTrump Frustrasi Iran Ogah Manut Soal Damai
-
EKBIS19/05/2026 11:30 WIBHarga Emas Antam Tembus Rp2,789 Juta
-
NASIONAL19/05/2026 18:30 WIBBukan Lagi Fokus Jaga Pertahanan, TNI Kini Urus Jagung dan Kedelai
-
OASE19/05/2026 05:00 WIBPuasa Arafah Jadi Amalan Paling Istimewa di Zulhijah

















