OTOTEK
Sistem Pengemudian Otonomos Tesla Disetujui
AKTUALITAS.ID – Belanda jadi negara Eropa pertama yang mengizinkan teknologi sistem pengemudian otonomos dengan pengawasan dari produsen mobil listrik Amerika Serikat (AS), Tesla.
“Sistem bantuan pengemudi ini telah diteliti dan diuji secara ekstensif selama lebih dari satu setengah tahun di lintasan uji kami dan di jalan umum,” kata Otoritas Kendaraan Belanda (RDW) dalam pernyataan yang diterbitkan pada Jumat malam kemarin waktu setempat.
RDW menambahkan bahwa penggunaan sistem yang tepat dapat memberikan kontribusi positif bagi keselamatan jalan raya.
Regulator tersebut menekankan bahwa kendaraan yang dilengkapi dengan sistem pengemudian otonomos penuh (full self-driving/FSD) yang diawasi bukanlah kendaraan otonom.
Sistem ini diklasifikasikan sebagai fitur bantuan pengemudi, artinya pengemudi tetap sepenuhnya bertanggung jawab dan harus mempertahankan kendali setiap saat.
“Ketika sistem mendeteksi bahwa pengemudi kurang waspada, berbagai sinyal akan diaktifkan, mengharuskan pengemudi untuk menunjukkan kewaspadaan,” kata RDW.
Meskipun kendaraan Tesla yang dilengkapi dengan FSD telah diizinkan di Amerika Serikat selama beberapa waktu, RDW mengatakan bahwa sistem-sistem tersebut tidak dapat dibandingkan secara langsung karena kendaraan di Eropa menggunakan versi perangkat lunak yang berbeda dengan fungsi yang bervariasi.
Persetujuan ini dapat membuka jalan bagi penerapan yang lebih luas di seluruh Eropa.
RDW mengatakan akan mengajukan permohonan ke Komisi Eropa, setelah itu negara-negara anggota Uni Eropa akan melakukan pemungutan suara mengenai apakah sistem tersebut diizinkan di seluruh blok.
Para ahli memperingatkan bahwa teknologi ini, meskipun menjanjikan, juga dapat menimbulkan risiko baru.
Marieke Martens, profesor kendaraan otonom dan interaksi manusia di Universitas Teknologi Eindhoven, mengatakan kepada media lokal RTL News bahwa keselamatan lalu lintas dapat berubah akibat sistem semacam ini.
“Keselamatan lalu lintas bisa berubah. Sistem semacam ini dapat mencegah kesalahan manusia, tetapi mungkin kesalahan baru juga akan muncul, yang kemudian masih harus diperbaiki oleh manusia. Dalam kasus tersebut, sebenarnya hal ini menambah tugas ekstra dalam mengemudi,” katanya.
(Yan Kusuma/goeh)
-
RAGAM28/05/2026 06:30 WIBCatat! Pemotongan Hewan Kurban Ada Batas Akhirnya
-
NASIONAL28/05/2026 06:00 WIBDPR Akui Putusan MK Perkuat Keterwakilan Perempuan
-
NASIONAL28/05/2026 14:30 WIBPolemik Kurban Presiden Rp100 Miliar, Akademisi: APBN Bukan untuk Ibadah Personal
-
JABODETABEK28/05/2026 09:30 WIBJakarta Siaga Banjir Rob Hingga Awal Juni 2026
-
JABODETABEK28/05/2026 07:30 WIBSIM Mau Habis? Buruan ke 5 Lokasi Ini Sebelum Tutup
-
DUNIA28/05/2026 08:00 WIBIran Tegaskan Tak Akan Diam Usai Serangan AS
-
JABODETABEK28/05/2026 08:30 WIBPolda Metro Jaya Gerebek Pabrik Vape Etomidate di Jakbar
-
NASIONAL28/05/2026 10:00 WIBWamensesneg: Sapi Kurban Presiden Sudah Program Rutin

















