Connect with us

PAPUA TENGAH

Ketegangan Timur Tengah Tak Berdampak, 120 Jemaah Haji Mimika Siap Berangkat

Aktualitas.id -

Plt. Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Mimika, Abdul Sakir (tengah), bersama Ketua PPIHD Mimika, Syahrudin Syarkani (kanan), dan Sekretaris PPIHD Mimika, Iwan Ikhsan (kiri), saat memberikan keterangan pers di Timika, Senin (30/3/2026). (AKTUALITAS.ID/Ahmad).

AKTUALITAS.ID – Eskalasi konflik geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah dipastikan tidak akan menghambat pelaksanaan ibadah haji tahun 2026.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) memberikan jaminan bahwa seluruh jadwal pemberangkatan jemaah tetap berjalan sesuai rencana awal.

Plt. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kabupaten Mimika, Abdul Sakir, mengungkapkan bahwa kepastian ini didapat setelah Wakil Menteri Haji dan Umroh melakukan koordinasi intensif langsung dari Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir.

“Hingga saat ini, delegasi Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) RI di Arab Saudi terus menjalin komunikasi dengan otoritas setempat untuk menjamin keselamatan dan kelancaran jemaah. Intinya, jadwal pemberangkatan perdana secara nasional tetap pada 22 April 2026,” tegas Abdul Sakir dalam konferensi pers di Timika, Senin (30/3/2026).

Untuk wilayah Kabupaten Mimika, progres persiapan keberangkatan diklaim telah menyentuh angka 99 persen. Sebanyak 123 orang—terdiri dari 120 jemaah reguler dan tiga petugas pendamping—telah menyelesaikan seluruh prasyarat, termasuk pelunasan biaya ibadah haji (BIPIH) serta pemeriksaan kesehatan (istitaah).

Statistik jemaah berdasarkan data pramanifest yang dikeluarkan Kemenhaj RI tahun ini untuk Kabupaten Mimika menunjukkan rentang usia yang cukup lebar; Riswandi Syarifudin tercatat sebagai jemaah termuda pada usia 18 tahun, sementara Siti Habuba Latifa Mangesa menjadi jemaah tertua di usia 90 tahun.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) Kabupaten Mimika telah merancang skema keberangkatan menjadi dua gelombang guna mengakomodasi kebutuhan sosial jemaah.

Gelombang pertama dijadwalkan berangkat menuju Embarkasi Makassar pada 30 April 2026. Pada kloter ini, dikhususkan bagi jemaah yang hendak melakukan ziarah atau syukuran keluarga di wilayah Sulawesi Selatan sebelum memasuki asrama haji.

Sementara untuk gelombang kedua dijadwalkan berangkat pada 10 Mei 2026 dari Timika menuju Embarkasi Makassar untuk langsung memulai proses karantina.

Jemaah asal Mimika yang tergabung dalam Kloter 29 dijadwalkan terbang dari Makassar menuju Jeddah pada 11 Mei 2026 pukul 13.00 WITA.

Sekretaris PPIHD Kabupaten Mimika, Iwan Ikhsan, menekankan aspek akuntabilitas dalam operasional haji tahun ini. Ia menjelaskan bahwa PPIHD merupakan instrumen daerah yang menangani layanan jemaah yang tidak terakomodasi oleh anggaran pusat.

“Fungsi kami adalah memberikan perlindungan dan pelayanan maksimal selama jemaah berada di Indonesia hingga mencapai embarkasi. Seluruh pembiayaan PPHD bersumber dari anggaran daerah (APBD) sebagai bentuk kehadiran pemerintah bagi warganya,” jelas Iwan.

Senada dengan itu, Ketua PPIHD Kabupaten Mimika, Syahruddin Syarkani, menambahkan bahwa seremonial pelepasan akan dipusatkan di Gedung Eme Neme Yauware pada akhir April, yang akan diikuti dengan pawai syiar keliling Kota Timika.

“Pawai ini bukan sekadar seremoni, melainkan syiar Islam dan upaya memohon doa restu dari seluruh elemen masyarakat di Mimika agar perjalanan spiritual jemaah kami berjalan aman dan mabrur,” pungkas Syahrudin.

(Ahmad/goeh).

TRENDING