POLITIK
Ruang Kritik di Era Prabowo: Antara Simbolisme Politik dan Kenyataan di Lapangan
AKTUALITAS.ID – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang secara terbuka meminta kritik dari masyarakat dinilai oleh pengamat politik sebagai upaya untuk membangun citra pemerintahan yang berbeda dari era sebelumnya.
Menurut Efriza, pengamat dari Citra Institute, pernyataan tersebut merupakan sinyal bahwa pemerintahan Prabowo tidak anti-kritik.
“Suatu penegasan bahwa pemerintahannya tidak anti-kritik, berbeda dengan kesan pada masa pemimpin sebelumnya ketika sejumlah kebijakan Presiden Jokowi dikritik kemudian kebebasan sipil dibatasi,” jelas Efriza, Minggu (17/8/2025).
Efriza melihat pernyataan Prabowo sebagai bagian dari rekonsiliasi dengan masyarakat sipil yang kerap berseberangan dengan pemerintah. Isu-isu seperti UU ITE hingga demonstrasi mahasiswa dianggap menjadi catatan penting yang mendorong publik untuk lebih kritis.
Meski demikian, Efriza mengingatkan realitas di lapangan masih menunjukkan ambiguitas. Ia mencontohkan beberapa kritik yang direspons positif oleh pemerintah, seperti pembatalan kenaikan PPN 12% dan kebijakan LPG 3 kg.
Namun, ada juga kritik yang diabaikan, seperti penolakan terhadap revisi UU TNI. Hal ini menunjukkan ruang kritik masih belum sepenuhnya terbuka.
Efriza menambahkan, sikap reaktif terhadap kritik justru dapat merusak persepsi positif. Ia mencontohkan kasus teror terhadap jurnalis dan komentar pejabat yang dianggap merendahkan publik.
“Ini menunjukkan meskipun ada ruang kritik, tetapi juga hadirnya sikap reaktif yang menunjukkan pemerintahan tidak siap dikritik,” katanya.
Oleh karena itu, pernyataan Prabowo tidak boleh berhenti pada retorika atau simbolisme politik. Publik akan menguji konsistensi janji tersebut melalui tindakan nyata, seperti perlindungan hukum bagi pengkritik dan revisi aturan yang dianggap represif.
Efriza menyimpulkan, “Ucapan Prabowo bukan hanya sekadar barisan kalimat simbolik, tetapi menyiratkan upaya membangun kepercayaan publik bahwa pemerintahannya akan lebih terbuka.” (Ari Wibowo/Mun)
-
NASIONAL20/09/2026 11:00 WIBHabiburokhman: Jangan Sampai RUU Jadi Alat Kekuasaan
-
POLITIK20/09/2026 10:00 WIBMenteri ATR/BPN Ternyata Sudah Lama Cabut dari Pengurus Golkar
-
NUSANTARA20/09/2026 14:00 WIBApi Liar Lahap 10 Hektare di Ampana Kota
-
NASIONAL20/09/2026 13:00 WIBGMNI Dikaitkan PKI, Abdul Hafid Beri Ultimatum 2×24 Jam
-
DUNIA20/09/2026 12:00 WIBIran Gantung Mata-mata Mossad
-
NASIONAL20/09/2026 16:00 WIBPengamat SDI: Prabowo Pertegas Dukungan Palestina dari Gontor
-
POLITIK20/09/2026 09:00 WIBRifqi: Panja RUU Pemilu Segera Dibentuk
-
NUSANTARA20/09/2026 17:00 WIBJelang Pilkades, Kantor Bupati Bekasi Digembok Warga

















