RAGAM
Perlunya Menjaga Batasan Pribadi Saat Bertemu Idola
AKTUALITAS.ID – Musisi Nadin Amizah mengalami kejadian tidak mengenakkan karena tubuhnya disentuh oleh oknum penonton tanpa persetujuan setelah tampil di acara Pasar Senggol, Bekasi, akhir pekan lalu.
Nadin melalui unggahannya di media sosial menyampaikan kekesalan dan kesedihannya bahwa orang-orang yang bersikap seperti itu tidak layak disebut sebagai penggemar.
Psikolog lulusan Universitas Indonesia Teresa Indira Andani, M.Psi., Psikolog mengingatkan bahwa setiap orang memiliki batasan pribadinya termasuk idola.
“Batasan personal adalah batasan yang melindungi ruang pribadi dan rasa aman seseorang,” kata Teresa.
Teresa mengatakan mengekspresikan kegembiraan saat bertemu dengan seseorang yang diidolakan adalah hal yang wajar, terlebih tidak setiap hari bisa bertemu secara fisik.
Namun, saat bertemu harus tetap sejalan dengan empati. Dalam konteks saat ini, perlu melihat sentuhan fisik seperti memeluk atau bahkan memegang tangan dengan lebih kritis.
Meskipun dalam niat mungkin tulus atau spontan, namun tiap individu memiliki batas kenyamanan pribadi yang berbeda dalam hal sentuhan fisik.
“Apalagi bagi figur publik yang sering mengalami interaksi dalam jumlah besar dan berulang, sentuhan fisik tanpa izin bisa terasa invasif dan melelahkan secara emosional,” ujar dia.
Menurut psikolog yang saat ini berpraktik di Vajra Gandaria Jakarta itu, saat bertemu dengan seseorang yang diidolakan, perlu mempertimbangkan isu konsen (consent), di mana sentuhan tanpa persetujuan tetap bisa menjadi bentuk pelanggaran, bahkan jika dilakukan oleh penggemar.
Adapun sentuhan fisik dalam konteks sekarang saat bertemu dengan seseorang hanya bisa dibenarkan jika terdapat persetujuan secara langsung dari pihak yang disentuh.
Kemudian, terjadi dalam situasi yang aman, nyaman, dan tidak mendadak serta tidak terjadi di ruang publik yang rawan eksploitasi atau penyalahgunaan. Semisal, waktu foto bareng dengan idola perlu untuk bertanya terlebih dahulu izin untuk sekadar memeluk.
“Ekspresi sayang tidak harus lewat pelukan, bisa lewat senyuman, lambaian tangan, atau kata-kata tulus yang justru lebih bermakna dan menghargai privasi,” jelas Teresa. (Yan Kusuma/goeh)
-
RAGAM15/06/2026 12:00 WIBBBM Baru B50 Siap Diterapkan 1 Juli
-
NASIONAL15/06/2026 12:00 WIB85.290 Jemaah Haji Indonesia Sudah Kembali ke Tanah Air
-
EKBIS15/06/2026 13:30 WIBPengamat SDI: Ajakan Dasco Jual Dolar Jadi Simbol Persatuan Ekonomi
-
DUNIA15/06/2026 12:30 WIBMisteri Kehancuran Negara Yerusalem Akhirnya Terkuak
-
EKBIS15/06/2026 11:30 WIBPertamina, Shell, BP-AKR dan Vivo Kompak Tahan Harga
-
RIAU15/06/2026 20:30 WIBJatanras Polda Riau Tangkap Sindikat Begal, Curanmor hingga Pencuri Mobil
-
EKBIS15/06/2026 22:00 WIBDipanggil Prabowo ke Kertanegara, Purbaya: Biasa, Ngobrolin Strategi Ekonomi
-
RAGAM15/06/2026 17:00 WIBTak Punya Drum? Marissa Sutanto Sarankan Gunakan Panci Dapur

















