RAGAM
Ketika Tentara Muslim India Pilih Membela Kemerdekaan Indonesia
AKTUALITAS.ID – Kedekatan sejarah antara Indonesia dan India diperkuat dengan kisah heroik tentara muslim British India yang membelot untuk mendukung kemerdekaan Indonesia. Simpati mereka, yang bermula dari kesamaan agama, berubah menjadi aksi nyata dengan menyalurkan senjata dan bantuan logistik kepada Tentara Keamanan Rakyat (TKR).
Ratusan pasukan British India dari Resimen Gurkha, khususnya yang beragama muslim, menunjukkan desersi dan membelot setelah mendengar propaganda kemerdekaan Indonesia dari radio. Menurut A.G. Khan, sekitar 600 tentara India membelot dengan membawa persenjataan dan amunisi sebagai bentuk dukungan.
Simpati mereka semakin kuat ketika melihat para pejuang Indonesia menyerang tangsi Inggris dengan teriakan “Allahu Akbar”. Hal ini membuat para tentara muslim India merasa senasib dan memilih untuk meletakkan senjata, menolak berperang melawan saudara seiman.
Bahkan, ada beberapa kasus di mana tentara India menyerahkan senjata dan memberikan suplai makanan, perlengkapan medis, hingga rokok. Setelah revolusi berakhir, sekitar 75 tentara India yang masih hidup memilih untuk tetap tinggal di Indonesia, menikah, dan menjalani sisa hidup mereka di tanah air.
Beberapa tokoh penting dari British India juga turut serta dalam aksi heroik ini. Mayor Ahmad Husein, misalnya, membelot dan bergabung dengan TKR hingga akhirnya memimpin Resimen III dengan pangkat Letnan Kolonel. Kisah lain menyebutkan Ghulam Rasul dan tujuh rekannya yang menggunakan kode “Assalamualaikum” saat bertemu dengan petinggi Divisi Siliwangi untuk menggelar pertemuan rahasia.
Dalam buku Forgotten Wars: Freedom dan Revolution in Southeast Asia, seorang tentara British India, Nip M. Karim, mengungkapkan rasa syukurnya atas perjuangan para kombatan Indonesia. “Hal ini jangan pernah dilupakan bangsa Indonesia sendiri,” pesannya.
Bahkan, mantan Presiden Pakistan, Muhammad Zia-ul-Haq, yang pernah bertugas di Surabaya pada masa perang, mengaku terkejut melihat banyaknya masjid. Ia pun menolak berperang karena menyadari lawan yang dihadapinya adalah saudara sesama muslim. Saat menjabat presiden, Zia-ul-Haq pernah meminta izin kepada Presiden Soeharto untuk bernostalgia di Surabaya. (Mun)
-
RIAU13/08/2026 10:30 WIBSabu Diselipkan dalam Celana Jeans, Pria Asal Aceh Diciduk di Bandara
-
NASIONAL13/08/2026 14:00 WIBSaid Iqbal: RUU Ketenagakerjaan Harus Transparan
-
POLITIK13/08/2026 13:00 WIBGolkar Usul Pilkada Tanpa Wakil Kepala Daerah
-
DUNIA13/08/2026 08:00 WIBWashington Klaim Teheran Melemah Drastis
-
NASIONAL13/08/2026 10:00 WIBMK Putuskan Pasal KUHP Garuda Tak Berlaku
-
DUNIA13/08/2026 15:00 WIBKorban Ebola di Kongo Tembus 2.000 Jiwa
-
RIAU13/08/2026 16:00 WIBBikin Prabowo Terperanjat! Laporan Kapolda Riau Bangun 110 Jembatan Panen Pujian
-
DUNIA13/08/2026 12:00 WIBPutin Sebut Eropa Bajak Kargo Rusia

















