NASIONAL
KPK Selidiki Dugaan Mark Up Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Biaya Naik 3 Kali Lipat’
AKTUALITAS.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memulai penyelidikan terkait dugaan mark up pada proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Dugaan ini sebelumnya diungkapkan oleh mantan Menkopolhukam, Mahfud MD, yang menyatakan bahwa biaya proyek tersebut mengalami kenaikan yang signifikan.
Pelaksana tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu menyatakan bahwa KPK tidak akan menunggu lama untuk memulai penyelidikan. “Kami tidak menunggu, kami tentu mencari juga informasi,” kata Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (22/10/2025).
Asep juga menyatakan KPK terbuka jika Mahfud MD mau memberikan data atas klaimnya di ruang publik. “Silakan untuk disampaikan kepada kami untuk mempermudah dan mempercepat (pencarian informasi),” ucap Asep.
Dugaan mark up pada proyek Whoosh ini terkait dengan perbedaan biaya per kilometer antara proyek di Indonesia dan di China. Mahfud MD mengungkapkanbiaya per kilometer di Indonesia mencapai 52 juta dolar Amerika Serikat, sedangkan di China hanya sekitar 17-18 juta dolar AS.
Dengan demikian, KPK akan terus melakukan penyelidikan terkait dugaan korupsi pada proyek Whoosh ini. Masyarakat menantikan perkembangan lebih lanjut terkait kasus ini dan berharap bahwa KPK dapat mengungkap kebenaran dan membawa pelaku korupsi ke pengadilan. (Ari Wibowo/Mun)
-
NUSANTARA15/08/2026 18:30 WIBGempa M 6,4 Simalungun Bikin Warga Medan Hingga Aceh Berhamburan Keluar Rumah
-
NASIONAL15/08/2026 19:00 WIBKemhan Beri Restu Logonya Dipasang di Kapal Haji Isam
-
NASIONAL15/08/2026 13:00 WIBAmnesty: Pidato Prabowo Disebut Minim Bahas HAM
-
NUSANTARA15/08/2026 07:30 WIBBNPB: Gempa M 7 Renggut 2 Nyawa di NTT
-
NUSANTARA15/08/2026 11:30 WIBGempa M7 NTT Telan 5 Korban Jiwa
-
NUSANTARA15/08/2026 09:30 WIB10 Wilayah Diterjang Tsunami Usai Gempa M7
-
NUSANTARA15/08/2026 10:30 WIBGempa M7 Rusak Rumah hingga Hotel di NTT
-
POLITIK15/08/2026 07:00 WIBDasco Tegaskan Seluruh Fraksi Diajak Bahas RUU Pemilu Pekan Depan

















