EKBIS
Rupiah Menguat 0,15 Persen ke Rp 16.666 pada 17 Desember 2025
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengawali perdagangan hari ini dengan pergerakan positif. Pada Rabu, (17/12/2025), rupiah di pasar spot dibuka menguat di level Rp16.666 per dolar AS.
Posisi tersebut mencerminkan penguatan 0,15 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp16.691 per dolar AS. Penguatan rupiah terjadi di tengah pergerakan mata uang Asia yang cenderung bervariasi pada pagi hari ini.
Hingga pukul 09.00 WIB, peso Filipina mencatatkan penguatan terbesar di kawasan Asia setelah naik 0,19 persen terhadap dolar AS. Disusul baht Thailand yang menguat 0,07 persen, serta ringgit Malaysia yang naik 0,05 persen.
Selanjutnya, dolar Hong Kong terangkat 0,04 persen, diikuti yen Jepang yang menguat 0,02 persen. Sementara itu, yuan China terlihat menguat tipis sebesar 0,004 persen pada awal perdagangan.
Di sisi lain, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,27 persen terhadap dolar AS. Pelemahan juga dialami dolar Taiwan yang turun 0,04 persen, serta dolar Singapura yang melemah 0,02 persen.
Pergerakan nilai tukar di kawasan Asia saat ini masih dipengaruhi oleh sikap hati-hati pelaku pasar global, seiring menantikan arah kebijakan bank sentral utama serta perkembangan data ekonomi global. (Firmansyah/Mun)
-
NASIONAL18/10/2026 06:00 WIBAsap Karhutla Meluas, Eddy Soeparno Dorong AI untuk Memburu Titik Api
-
JABODETABEK18/10/2026 05:30 WIBBMKG: 6 Wilayah Jakarta Cerah Membara Minggu Ini
-
NASIONAL18/10/2026 04:30 WIBSenator ProDem Desak Prabowo Bentuk Satgas Khusus Usut Dugaan Karhutla
-
NASIONAL18/10/2026 13:00 WIBProDem Desak RUU Masyarakat Adat Segera Disahkan
-
RIAU18/10/2026 10:30 WIBDPRD Bengkalis Tekankan Pendidikan Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat
-
NUSANTARA18/10/2026 06:30 WIBLima Kawasan Gunung di Jatim Terbakar
-
DUNIA18/10/2026 08:00 WIBSingapura Ungkap 7 Perusahaan Diduga Picu Asap Karhutla RI
-
DUNIA18/10/2026 12:00 WIBNama Mohammad Jadi Bahan Lawakan Trump

















