EKBIS
Kurs Rupiah Loyo Lagi
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Rabu (14/10/2026) pagi. Mata uang Garuda tercatat melemah 14 poin atau 0,08 persen ke level Rp17.914 per dolar Amerika Serikat (AS) dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Pelemahan rupiah terjadi di tengah pergerakan beragam mata uang Asia terhadap dolar AS. Sejumlah mata uang kawasan justru mampu mencatat penguatan, dipimpin oleh won Korea Selatan yang naik 0,45 persen. Ringgit Malaysia ikut menguat 0,10 persen, sementara peso Filipina bertambah 0,01 persen.
Sebaliknya, dolar Singapura turun 0,02 persen dan yen Jepang melemah 0,04 persen terhadap mata uang Negeri Paman Sam. Sementara yuan China dan dolar Hong Kong tercatat bergerak stabil.
Di pasar global, mayoritas mata uang negara maju justru menunjukkan penguatan. Euro naik 0,07 persen, poundsterling Inggris menguat 0,09 persen, dolar Australia bertambah 0,10 persen, dolar Kanada naik 0,08 persen, dan franc Swiss terapresiasi 0,06 persen.
Data Bloomberg menunjukkan dolar AS sempat bergerak di kisaran Rp17.919 hingga Rp17.920 pada perdagangan pagi. Angka tersebut menandakan tekanan terhadap rupiah masih belum mereda meskipun pergerakan pasar berlangsung fluktuatif.
Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg lainnya, rupiah tercatat berada di level Rp17.912 per dolar AS atau melemah 12 poin dari posisi sebelumnya di Rp17.900 per dolar AS.
Kondisi serupa juga tercermin dalam data Yahoo Finance yang mencatat rupiah berada di level Rp17.925 per dolar AS. Posisi tersebut lebih lemah dibanding pembukaan perdagangan sebelumnya yang berada di kisaran Rp17.894 per dolar AS.
Pergerakan dolar AS terhadap mata uang utama dunia juga menunjukkan tren yang beragam. Terhadap euro, yen Jepang, poundsterling Inggris, dan dolar Australia, mata uang AS masih mencatat penguatan. Namun terhadap dolar Kanada dan franc Swiss, dolar AS justru mengalami pelemahan tipis.
Pelaku pasar kini terus mencermati arah kebijakan moneter global serta pergerakan indeks dolar AS yang masih menjadi faktor utama penentu laju rupiah. Selama tekanan eksternal belum mereda, volatilitas nilai tukar rupiah diperkirakan masih akan mewarnai perdagangan dalam beberapa waktu ke depan. (Firman/Mun
-
RIAU13/10/2026 22:30 WIBWakil Ketua III DPRD Bengkalis Hadiri Paripurna Hari Jadi ke-27 Kabupaten Siak
-
RAGAM13/10/2026 13:30 WIBIlmuwan Temukan Cara Membunuh HIV yang Bersembunyi
-
NUSANTARA13/10/2026 12:30 WIBDarurat Asap! Kualitas Udara Kalteng Masuk Level Mematikan
-
EKBIS13/10/2026 11:30 WIBHarga BBM di Semua SPBU RI Hari Ini Bikin Dompet Aman
-
POLITIK13/10/2026 13:00 WIBNasDem Kaji Aspirasi Daerah Sebelum Sikapi Polemik Ijazah Gibran
-
NASIONAL13/10/2026 19:00 WIBKarhutla Kaltim Masih Membara, Gubernur Rudy Mas’ud asyik Sarapan di Singapura
-
NASIONAL13/10/2026 20:15 WIBPejabat BNPB Dikabarkan Terjaring OTT KPK
-
NUSANTARA13/10/2026 14:30 WIB639 Hektare Lahan Tanjung Puting Masih Terbakar

















