NASIONAL
Daniel Johan: Pemimpin Jangan Asal Bicara saat Bencana
AKTUALITAS.ID – Di saat ribuan warga harus berjuang melawan sesak napas akibat kepungan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran justru melontarkan candaan yang memicu polemik. Blunder komunikasi ini langsung mendapat sorotan tajam dari Senayan.
Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB, Daniel Johan, mengkritik keras sikap Gubernur Agustiar yang dinilai tidak peka terhadap penderitaan warganya sendiri. Menurut Daniel, seorang kepala daerah harusnya menjadi sosok pelindung, bukan malah melontarkan lelucon di tengah bencana.
“Pemimpin itu mengayomi dan empati, apalagi di tengah bencana yang membuat hidup masyarakat menderita. Bencana karhutla saat ini kita harus menunjukkan sikap empati, tidak asal statement yang mengundang ketidaksukaan masyarakat di tengah penderitaan akibat kabut asap,” tegas Daniel kepada wartawan, Selasa (13/10/2026).
Kritikan tajam Ketua DPP PKB ini merujuk pada video viral Gubernur Agustiar saat diwawancarai awak media terkait penanganan karhutla. Alih-alih memberikan pernyataan yang menenangkan, Agustiar justru berseloroh di akhir kalimatnya.
Awalnya, sang Gubernur menyebut bahwa 97 persen penyebab karhutla adalah ulah manusia. Ia kemudian mengajak semua pihak untuk melawan bencana ini dengan kebersamaan, namun ditutup dengan pelesetan peribahasa yang dinilai tak pantas.
“Sebenarnya sama aja, takdir juga, tapi banyak ulah manusianya. Hampir 97 persen tuh akibat manusianya. (Makanya) Bersatu kita teguh, bercerai kawin lagi,” seloroh Agustiar dalam video yang kini memancing reaksi negatif publik.
Bagi Daniel Johan, candaan semacam itu adalah bentuk krisis empati yang fatal bagi seorang pejabat publik di masa krisis.
“Meskipun niatnya bercanda, tapi sangat tidak pada tempatnya. Kondisi masyarakat sedang mengalami musibah,” rutuk Daniel.
Lebih lanjut, legislator asal Kalimantan Barat ini mendesak seluruh jajaran kepala daerah yang wilayahnya terdampak karhutla untuk lebih serius bekerja dan berhenti mencari sensasi yang tidak perlu.
“Kita berharap para pemimpin mengedepankan sikap empati dan melakukan hal terbaik sesuai fungsinya. Fokus bantu atasi persoalan bencana saat ini, bukan yang lain,” pungkasnya. (Mun)
-
RIAU13/10/2026 22:30 WIBWakil Ketua III DPRD Bengkalis Hadiri Paripurna Hari Jadi ke-27 Kabupaten Siak
-
POLITIK13/10/2026 11:00 WIBPAN Tegaskan Dukung Prabowo di Pilpres 2029, Cawapres Diserahkan ke Capres
-
RAGAM13/10/2026 13:30 WIBIlmuwan Temukan Cara Membunuh HIV yang Bersembunyi
-
NUSANTARA13/10/2026 12:30 WIBDarurat Asap! Kualitas Udara Kalteng Masuk Level Mematikan
-
NASIONAL13/10/2026 20:15 WIBPejabat BNPB Dikabarkan Terjaring OTT KPK
-
EKBIS13/10/2026 11:30 WIBHarga BBM di Semua SPBU RI Hari Ini Bikin Dompet Aman
-
POLITIK13/10/2026 13:00 WIBNasDem Kaji Aspirasi Daerah Sebelum Sikapi Polemik Ijazah Gibran
-
NASIONAL13/10/2026 19:00 WIBKarhutla Kaltim Masih Membara, Gubernur Rudy Mas’ud asyik Sarapan di Singapura

















