DUNIA
Iran Tantang AS Uji Kekuatan Angkatan Laut di Hormuz
AKTUALITAS.ID – Ketegangan di kawasan Teluk Persia kembali meningkat setelah Korps Garda Revolusi Iran menantang Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengirim kapal perang ke kawasan tersebut.
Tantangan tersebut muncul setelah Trump meminta negara-negara sekutu, termasuk anggota NATO, untuk membantu mengamankan jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur distribusi minyak terpenting di dunia.
Trump menilai negara-negara yang sangat bergantung pada pasokan minyak dari kawasan Teluk harus ikut menjaga keamanan jalur pelayaran tersebut.
“Sangatlah tepat jika pihak-pihak yang diuntungkan dari selat tersebut membantu memastikan tidak terjadi hal buruk di sana,” kata Trump.
Ia bahkan memperingatkan masa depan NATO bisa menjadi buruk apabila negara-negara Eropa menolak membantu Amerika Serikat dalam pengamanan Selat Hormuz.
Menanggapi pernyataan tersebut, juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menantang Trump untuk membuktikan klaimnya terkait kekuatan militer Iran.
“Bukankah Trump mengatakan bahwa angkatan laut Iran telah dihancurkan? Jika demikian, biarkan dia mengirimkan kapalnya ke Teluk Persia jika dia berani,” kata juru bicara IRGC.
Iran sebelumnya menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka bagi semua negara, kecuali bagi pihak yang dianggap bermusuhan.
Sejumlah negara sekutu Amerika Serikat diketahui tidak berencana mengirim kapal perang ke kawasan tersebut.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan pemerintah Jepang masih mengkaji langkah yang dapat diambil secara mandiri tanpa harus mengirim kapal pengawal ke Selat Hormuz.
“Kami belum membuat keputusan apa pun tentang pengiriman kapal pengawal. Kami terus meneliti apa yang dapat dilakukan Jepang secara mandiri dan dalam kerangka hukum,” kata Takaichi di parlemen.
Sementara itu, pemerintah Australia juga menyatakan tidak akan mengirim kapal perang ke kawasan tersebut meski ada seruan dari Washington.
Menteri Transportasi Australia Catherine King mengatakan negaranya akan berkontribusi melalui dukungan udara di Uni Emirat Arab, bukan dengan pengerahan kapal perang.
Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naini menyatakan sebagian besar persenjataan milik Iran masih dalam kondisi utuh dan bahkan memiliki cadangan senjata yang lebih canggih.
Menurutnya, sejak konflik yang dimulai pada 28 Februari lalu, Iran telah meluncurkan sekitar 700 rudal dan 3.600 drone ke target militer milik Amerika Serikat dan Israel.
Ia juga menegaskan kemampuan ofensif Iran terus meningkat sejak konflik sebelumnya antara AS, Israel, dan Iran.
“Iran tidak akan pernah menyerah terhadap agresi yang dilakukan oleh Amerika dan Israel,” tegas Naini. (Mun)
-
JABODETABEK09/05/2026 09:30 WIBRatusan Siswa SD di Cakung Tumbang Usai Santap MBG
-
RAGAM09/05/2026 14:00 WIBAli Shariati dan Api Perlawanan Iran
-
JABODETABEK09/05/2026 06:30 WIBCatat! SIM Keliling Buka di Jakarta Sabtu Ini
-
JABODETABEK09/05/2026 05:30 WIBJakarta Diprediksi Cerah Berawan di Semua Wilayah
-
NASIONAL09/05/2026 06:00 WIBWaka MPR: Jangan Salah Paham Soal Kenaikan BBM
-
POLITIK09/05/2026 07:00 WIBDPR Setuju Hukuman Berat untuk Politik Uang
-
PAPUA TENGAH09/05/2026 11:00 WIBTiti Anggraini: Polisi Lebih Efektif Sikat Politik Uang
-
DUNIA09/05/2026 15:00 WIBSaudi Tolak AS Gunakan Wilayah Udara untuk Serang Iran

















