Connect with us

NUSANTARA

ASN Lapas Palopo Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi Kost

Aktualitas.id -

Ilustrasi foto: akutalitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Warga Jalan Cengkeh, Kelurahan Temalebba, Kecamatan Bara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, digegerkan dengan penemuan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia di sebuah kamar kost, Jumat (8/5/2026) malam.

Korban diketahui berinisial AH (35), yang merupakan pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Palopo.

Kepala Seksi Humas Polres Palopo, Ajun Komisaris Marsuki, membenarkan identitas korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal Tim Inafis, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Iya betul, korban adalah pegawai Lapas Palopo,” ujar Marsuki kepada wartawan.

Peristiwa tersebut bermula ketika rekan kerja korban, Akhmarullah, mendapat kabar dari istri AH sekitar pukul 20.00 Wita. Sang istri menyebut korban belum pulang ke rumah sehingga rekannya berinisiatif melakukan pencarian.

Sekitar pukul 21.20 Wita, lokasi telepon genggam korban berhasil dilacak dan mengarah ke salah satu kamar kost di Jalan Cengkeh.

Saksi kemudian mendatangi lokasi sekitar pukul 22.15 Wita dan mendapati sepeda motor korban masih terparkir di area kost. Bersama pemilik kost, saksi lalu membuka kamar yang diketahui milik rekan kerja korban bernama Nurul Wira.

“Saat pintu kamar dibuka, korban ditemukan telah meninggal dunia di dalam kamar mandi kost,” jelas Marsuki.

Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah korban ke rumah sakit guna pemeriksaan visum.

Menurut Marsuki, kamar kost tersebut memang dalam keadaan kosong saat kejadian berlangsung.

“Kost itu memang dalam keadaan kosong, tidak ada orang,” katanya.

Pihak kepolisian juga menepis isu yang beredar di media sosial terkait dugaan pembunuhan. Polisi menegaskan hingga kini belum ditemukan indikasi tindak pidana dalam kasus tersebut.

“Belum ada dugaan pembunuhan. Dari pemeriksaan Inafis juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” pungkasnya. (Kusuma/Mun)

TRENDING