NUSANTARA
Dua Nelayan Sultra yang Hanyut Berhasil Dievakuasi Basarnas di Perairan Maluku
AKTUALITAS.ID – La Ode Johori (52) dan La Kasirudin (34), dua orang nelayan asal Sulawesi Tenggara (Sultra) yang hanyut beberapa hari lalu dan terdampar di Perairan Maluku berhasil dievakuasi Basarnas Kota Ambon.
“Mereka sudah dilaporkan hilang akibat perahu panjang (longboat) yang digunakan mengalami mati mesin dan setelah beberapa hari dilakukan pencarian oleh Pos SAR Wakatobi tetapi tidak menemukan keberadaan mereka,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ambon Muhamad Arafah di Ambon, Kamis (19/3/2026) malam.
Kedua nelayan tersebut diketahui bertolak menggunakan longboat pada tanggal 07/03 sekitar pukul 02:00 WIT dini hari dari Pulau Wakatobi menuju Pulau Moromaho guna membuat Kopra.
Setelah itu pada tanggal 13 Maret 2026, kedua korban kembali melanjutkan perjalanan dari Pulau Moromaho menuju Pulau Binongko.
Namun kedua korban tidak sampai di tujuan dan dinyatakan hilang dan pada tanggal 17 Maret. Pos SAR Wakatobi yang menerima informasi tersebut dari keluarga korban telah melaksanakan Operasi Pencarian namun belum berhasil menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Selanjutnya, pada tanggal 18 Maret, Kantor SAR Kendari melaksanakan koordinasi bersama Kantor SAR Ambon guna bantuan Pemapelan kepada SROP Ambon terkait laka laut tersebut.
Selanjutnya pada hari ini sekitar pukul 11.15 WIT, Kantor SAR Ambon menerima informasi dari Bapak Ali selaku anggota Brimob Polda Sultra melaporkan, kedua nelayan tersebut alhamdulilah berhasil ditemukan oleh nelayan dan dievakuasi menuju Pulau Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah.
Mendapati laporan tersebut, pukul 11.30 WIT Kepala Kantor SAR Ambon yang saat itu sedang berada dengan Tim Patroli Siaga SAR Khusus Lebaran di Posko Mandiri Basarnas di Pelabuhan Tulehu, bersama-sama bergerak menggunakan KN SAR Bharata menuju Pulau Nusalaut guna proses evakuasi kedua korban dengan jarak kurang lebih 30,33 Nautical Mile.
Sekitar pukul 13.25 WIT, KN SAR Bharata tiba di Pulau Nusalaut dan dilanjutkan penjemputan kedua korban oleh Tim SAR Gabungan.
Pukul 14.27 WIT, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi seluruh korban ke atas KN SAR Bharata guna dibawa menuju Pelabuhan Tulehu.
“Melalui koordinasi lintas sektoral antara Kantor SAR Kendari, Polda Sultra, dan Kantor SAR Ambon alhamdulillah Tuhan Yang Maha Esa mendengar doa kita semua sehingga kedua korban berhasil ditemukan oleh Nelayan Desa Abubu dalam keadaan selamat,” ujarnya.
“Saat ini seluruh korban masih bersama kami dan hasil koordinasi bersama keluarga di Sultra, pada dini hari tanggal 20 Maret 2026, Kantor SAR Ambon akan membantu kedua korban untuk diberangkatkan dengan KM. Cirimai menuju tempat asal,” tandasnya.
Dengan ditemukannya korban maka Operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh Unsur Potensi SAR yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih.
(Ari Wibowo/goeh)
-
NASIONAL28/06/2026 16:00 WIBKomisi I: Peserta SPPI Disiapkan Jadi Manajer Pembangunan, Bukan Prajurit Tempur
-
DUNIA28/06/2026 15:00 WIBBaru Teken Damai, Langit Lebanon Dibom Israel
-
RIAU28/06/2026 20:30 WIBFahmil Qur’an Bengkalis Melaju ke Final MTQ Riau 2026 Usai Raih Nilai Tertinggi
-
POLITIK28/06/2026 16:43 WIBMeski Didukung Jokowi, Tidak Jaminan PSI akan Jadi Partai Besar
-
NASIONAL29/06/2026 00:00 WIBDPR Desak Kemhan Hentikan Sementara Latsarmil SPPI 2026
-
RIAU28/06/2026 16:20 WIBPolda Riau Rampungkan 110 Jembatan Merah Putih Presisi
-
EKBIS28/06/2026 21:00 WIBPrabowo Diminta Tinjau Ulang Rencana Aturan Kadar Tar dan Nikotin Rokok
-
POLITIK28/06/2026 22:30 WIBPengamat Sebut Parpol Harus Punya Enam Modal Agar Punya Kekuatan Besar di Indonesia

















