Connect with us

NUSANTARA

Konsumsi BBM Tinggi, Warga Jateng Diminta Hemat

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Dok: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Jawa Tengah mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM), namun tetap tenang dan tidak melakukan panic buying.

Kepala Dinas ESDM Jateng, Agus Sugiharto, mengatakan bahwa penghematan energi penting dilakukan karena BBM masih bergantung pada sumber energi fosil yang tidak terbarukan.

“Jangan mentang-mentang barangnya ada lalu melakukan pemborosan. Energi fosil itu tidak bisa diperbarui,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Meski demikian, Agus memastikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan energi. Pasokan BBM, listrik, hingga elpiji di Jawa Tengah masih dalam kondisi aman dan mencukupi.

Ia menjelaskan, berdasarkan data Pertamina, konsumsi listrik di Jawa Tengah rata-rata mencapai 3.574 megawatt (MW), sementara kapasitas tersedia mencapai 8.433 MW. Artinya, terdapat cadangan daya sekitar 51,83 persen.

Dari sisi BBM, konsumsi harian tercatat mencapai 20.060 kiloliter (KL), dengan rincian terbesar berasal dari Pertalite dan solar. Sementara itu, konsumsi elpiji mencapai sekitar 4.215 metrik ton per hari.

Agus menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya, apalagi sampai melakukan aksi panic buying.

“Panic buying justru merugikan masyarakat. Penimbunan BBM dan elpiji bisa berdampak hukum dan dikenakan sanksi pidana,” tegasnya.

Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah juga mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan, seperti energi surya, angin (bayu), dan biogas. Selain itu, pengolahan sampah menjadi energi juga perlu terus dikembangkan di seluruh daerah.

Pemerintah memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi, namun mengingatkan pentingnya penggunaan energi secara bijak dan efisien demi menjaga ketahanan energi nasional. (Kusuma/Mun)

TRENDING