Connect with us

EKBIS

IHSG Dibuka Naik ke Level 7.663

Aktualitas.id -

Ilustrasi dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada di zona hijau pada pembukaan perdagangan Kamis (16/4/2026). IHSG naik 0,52% ke level 7.663, mencerminkan optimisme pelaku pasar di awal sesi.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG dibuka menguat sebesar 39,75 poin atau 0,52% ke posisi 7.663,34.

Tak lama setelah pembukaan, indeks terus melanjutkan penguatan. Hingga pukul 09.25 WIB, IHSG tercatat naik 71,64 poin atau 0,94% ke level 7.695,23. Pergerakan indeks berada di rentang tertinggi 7.705 dan terendah di 7.663.

Penguatan IHSG turut ditopang oleh kinerja saham-saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45. Indeks ini tercatat naik 2,74 poin atau 0,36% ke level 762,69.

Aktivitas perdagangan juga terpantau cukup aktif. Pada awal sesi, sebanyak 1,36 miliar saham telah diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp577,24 miliar dari lebih dari 99 ribu transaksi.

Secara keseluruhan, mayoritas saham bergerak di zona positif. Tercatat ratusan saham mengalami kenaikan, meskipun sebagian lainnya masih mengalami tekanan dan bergerak stagnan.

Kapitalisasi pasar pun mengalami peningkatan signifikan, menembus kisaran Rp13.700 triliun, menunjukkan besarnya nilai pasar saham di Indonesia saat ini.

Meski demikian, analis dari Reliance Sekuritas mengingatkan bahwa pergerakan IHSG berpotensi mengalami koreksi. Secara teknikal, indeks diperkirakan bergerak pada rentang support di level 7.577 dan resistance di 7.686.

Dari sisi global, sentimen positif datang dari perkembangan geopolitik. Pernyataan optimisme dari pemerintahan Donald Trump terkait peluang kesepakatan dengan Iran memberikan angin segar bagi pasar keuangan.

Selain itu, sejumlah saham mencatatkan lonjakan signifikan pada awal perdagangan. Saham-saham seperti Bank Raya Indonesia, Danasupra Erapacific, hingga MNC Tourism Indonesia masuk dalam jajaran top gainers.

Penguatan IHSG pada awal perdagangan ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia. Namun, pelaku pasar tetap diimbau mencermati potensi koreksi jangka pendek di tengah dinamika global dan teknikal pasar. (Firmansyah/Mun)

TRENDING