Berita
Kurang Efisien, Mensos Pangkas Permensos yang Tumpang Tindih
AKTUALITAS.ID – Kementerian Sosial akan memangkas sejumlah Peraturan Menteri Sosial (Permensos) yang dianggapnya masih tumpang tindih sehingga efisien dan mempermudah pelayanan kepada masyarakat. “Birokrasi harus sesimpel, seefisien mungkin,” kata Menteri Sosial (Mensos) Juliari P. Batubara dalam acara Peninjauan ke Balai Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kesejahteraan Sosial di Jakarta, Senin (27/1/2020). Ia mengatakan saat ini […]
AKTUALITAS.ID – Kementerian Sosial akan memangkas sejumlah Peraturan Menteri Sosial (Permensos) yang dianggapnya masih tumpang tindih sehingga efisien dan mempermudah pelayanan kepada masyarakat.
“Birokrasi harus sesimpel, seefisien mungkin,” kata Menteri Sosial (Mensos) Juliari P. Batubara dalam acara Peninjauan ke Balai Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kesejahteraan Sosial di Jakarta, Senin (27/1/2020).
Ia mengatakan saat ini masih ada banyak aturan yang tumpang tindih dan kurang efisien. Hal tersebut mempersulit sekaligus memperpanjang proses pengesahan dan pada gilirannya memperlambat pelayanan kepada masyarakat.
“Saya enggak mau ada banyak Permensos. Selain tambah banyak aturan, kita juga enggak hafal,” katanya.
Ia mencontohkan aturan tentang Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) yang memiliki banyak rincian aturan.
“Contoh misal kemarin, BPNT, satuPermensos untuk jumlah penerima manfaat, satu saya tandatangani. Satu Permensos untuk besaran manfaatnya, satu saya tandatangani. Satu Permensos untuk bahan makanan, apa saja yang ada di BPNT, satu saya tandatangani. Saya garuk-garuk kepala,” katanya.
Menurut dia, aturan-aturan tentang BPNT itu dapat dipangkas dan dibuat lebih efisien lagi.
“Negara kita ini terkenal overregulated. Kalau sudah mengenai regulasi negara kita juara dunia,” ujarnya.
“Ini kita harus singkirkan hal-hal seperti ini. Jangan semua mau diatur. Mentalitas itu yang harus ada. Kita jangan bicara tempat lain, tapi kita mulai dari Kemensos. Simpel,” katanya.
-
NASIONAL25/06/2026 16:47 WIBHarga Pertamax Diprediksi Turun per 1 Juli 2026
-
NASIONAL25/06/2026 17:44 WIBKasus YTR, PPP Minta Negara Hadir Berikan Pendampingan Maksimal
-
NASIONAL25/06/2026 16:16 WIBBahlil Buka Kartu! Ada 120 Sumur Minyak Baru, RI Siap Kurangi Impor BBM
-
POLITIK25/06/2026 17:00 WIBDemokrat 10 Tahun Oposisi Tanpa Main Mata dengan Kekuasaan
-
NASIONAL25/06/2026 21:00 WIBKasus Korupsi PPT Energy Trading, KPK Panggil Mantan Direktur Pelabuhan
-
OLAHRAGA26/06/2026 04:30 WIBUruguay vs Spanyol: Duel Hidup Mati Menuju Babak 32 Besar
-
RAGAM25/06/2026 16:00 WIBTidur Dekat HP Jadi Kebiasaan Buruk Generasi Digital
-
POLITIK25/06/2026 17:20 WIBPengamat: Pengacara Profesional akan Berpikir Ulang Bela Jokowi dalam Kasus Ijazah

















