OASE
Al-Qur’an Bicara tentang Laut Jauh Sebelum Teknologi Modern Ada
AKTUALITAS.ID – Laut merupakan salah satu ciptaan Allah SWT yang paling sering disebut dalam Al-Qur’an. Hamparan samudra yang menutupi sebagian besar permukaan bumi tidak hanya menjadi sumber kehidupan manusia, tetapi juga menjadi tanda kebesaran Sang Pencipta yang berulang kali disebut dalam kitab suci umat Islam.
Dalam bahasa Arab, laut disebut “bahr”. Kata tersebut disebut puluhan kali dalam Al-Qur’an dan hadir dalam berbagai konteks, mulai dari kisah para nabi, sumber rezeki manusia, sarana transportasi, hingga fenomena alam yang mengundang manusia untuk berpikir.
Rasulullah SAW bahkan menegaskan kesucian air laut dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah.
“Laut itu suci airnya dan halal bangkainya.” (HR An-Nasa’i).
Al-Qur’an menggambarkan laut bukan hanya sebagai bentang alam biasa, melainkan sebagai salah satu ayat atau tanda kekuasaan Allah SWT. Sejumlah ayat bahkan menjadi perhatian para peneliti karena menjelaskan fenomena alam yang hingga kini terus dipelajari oleh ilmu pengetahuan modern.
Salah satu ayat yang paling terkenal terdapat dalam Surah Ar-Rahman ayat 19-20 yang menjelaskan dua lautan yang bertemu tetapi memiliki batas pemisah.
“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.”
Fenomena serupa juga disebut dalam Surah Al-Furqan ayat 53 dan Surah An-Naml ayat 61 yang menjelaskan adanya pembatas antara air tawar dan air asin.
Selain itu, Al-Qur’an juga menjelaskan manfaat laut bagi kehidupan manusia. Dalam Surah An-Nahl ayat 14, Allah SWT menerangkan bahwa lautan menjadi sumber makanan, perhiasan, jalur perdagangan, dan sarana mencari rezeki.
Tidak hanya itu, Surah An-Nur ayat 40 menggambarkan kondisi gelap gulita di lautan yang dalam, sebuah ilustrasi yang sering dikaitkan dengan minimnya cahaya yang mampu menembus kedalaman samudra.
Laut juga menjadi bagian penting dalam kisah para nabi. Nabi Musa AS diperintahkan Allah SWT membelah laut untuk menyelamatkan Bani Israil dari kejaran Fir’aun sebagaimana dijelaskan dalam Surah Thaha ayat 77 dan Surah Yunus ayat 90.
Di sisi lain, Al-Qur’an memberikan peringatan kepada manusia melalui Surah Ar-Rum ayat 41 yang menyebut kerusakan di darat dan laut sebagai akibat perbuatan manusia sendiri.
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia.”
Pesan tersebut dinilai semakin relevan pada era modern ketika pencemaran laut, kerusakan ekosistem pesisir, dan eksploitasi sumber daya alam menjadi tantangan global.
Beberapa ayat lain yang membahas laut antara lain Surah Al-A’raf ayat 138, Al-An’am ayat 63, Al-Baqarah ayat 164, Al-Isra ayat 69, Fatir ayat 12, Luqman ayat 27, Luqman ayat 31, dan Asy-Syura ayat 32.
Keseluruhan ayat tersebut menunjukkan bahwa laut bukan hanya sumber kehidupan, tetapi juga media pembelajaran bagi manusia untuk mengenal kebesaran Allah SWT. Dari ombak yang bergulung, kapal yang berlayar, hingga kedalaman samudra yang misterius, semuanya menjadi tanda yang mengajak manusia untuk merenung, bersyukur, dan meningkatkan keimanan.
Bagi umat Islam, ayat-ayat tentang laut bukan sekadar pengetahuan, melainkan pengingat bahwa setiap ciptaan Allah memiliki hikmah dan pelajaran yang dapat dipetik sepanjang zaman. (Mun)
-
JABODETABEK07/06/2026 09:30 WIBPelajar SMP di Bogor Robek Ditebas Tawuran Malam Jumat
-
RAGAM07/06/2026 14:00 WIBKisah Cinta Bung Karno dan Gadis Belanda yang Berakhir Jadi Pelajaran Hidup
-
NASIONAL07/06/2026 17:19 WIBMahfud Bongkar Persoalan Program MBG dari Awal Mulai
-
RAGAM07/06/2026 12:30 WIBPHK Besar-besaran Guncang Dunia Teknologi
-
EKBIS07/06/2026 09:00 WIBBahlil Janji BBM & LPG Subsidi Haram Naik Sampai Akhir 2026
-
DUNIA07/06/2026 12:00 WIBIran Kembali Rudal Pangkalan AS di Bahrain-Kuwait
-
NASIONAL07/06/2026 13:00 WIBMensesneg: Jabatan Nonoperasional Polri Bisa Saja Diisi Sipil
-
RAGAM07/06/2026 13:30 WIBBMKG Sebut Bediding Bukan Ancaman Cuaca Ekstrem

















