OASE
Al Qur’an Isyaratkan Makhluk Hidup di Langit
AKTUALITAS.ID – Pertanyaan tentang apakah manusia merupakan satu-satunya makhluk berakal di alam semesta kembali menjadi perbincangan hangat. Di tengah luasnya jagat raya yang nyaris tak berbatas, banyak kalangan bertanya: mungkinkah ada kehidupan lain di luar Bumi?
Menariknya, sejumlah ayat dalam Al-Qur’an disebut memberikan isyarat tentang keberadaan makhluk hidup di langit. Namun, bagaimana pandangan Islam mengenai kemungkinan adanya “penghuni” lain di alam semesta selain manusia?
Pendiri Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ), Prof. M. Quraish Shihab, pernah memberikan penjelasan menarik terkait persoalan tersebut. Menurutnya, Al-Qur’an memang memuat sejumlah ayat yang membuka kemungkinan adanya makhluk ciptaan Allah selain manusia yang berada di langit.
Salah satu ayat yang sering menjadi rujukan adalah Surah Asy-Syura ayat 29 yang menyebutkan bahwa Allah menyebarkan makhluk-makhluk melata di langit dan bumi.
Ayat tersebut berbunyi:
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah penciptaan langit dan bumi serta makhluk-makhluk yang melata yang Dia sebarkan pada keduanya.” (QS Asy-Syura: 29).
Menurut Quraish Shihab, ayat ini kerap dijadikan dasar oleh sebagian ulama dan penafsir untuk membuka kemungkinan adanya makhluk hidup selain manusia yang berada di luar Bumi.
Makhluk Berakal di Langit?
Quraish Shihab menjelaskan bahwa Al-Qur’an juga menggunakan kata “man” dalam sejumlah ayat yang merujuk pada penghuni langit. Dalam bahasa Arab, kata tersebut umumnya digunakan untuk makhluk yang memiliki akal.
Hal ini, menurutnya, mengisyaratkan bahwa bisa saja terdapat makhluk berakal yang hidup di alam semesta selain manusia. Salah satu yang pasti adalah malaikat.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa Al-Qur’an tidak menjelaskan secara rinci bagaimana bentuk, sifat, maupun kehidupan makhluk-makhluk tersebut.
“Kitab suci tidak memberikan rincian mengenai keadaan mereka, sehingga manusia tidak dapat memastikan seperti apa kehidupan yang mungkin ada di luar Bumi,” jelasnya.
Apakah Al-Qur’an Berlaku bagi Mereka?
Pertanyaan lain yang sering muncul adalah apakah makhluk lain yang mungkin ada di planet-planet lain juga wajib mengikuti ajaran Al-Qur’an seperti manusia dan jin di Bumi.
Mengenai hal ini, Quraish Shihab mengaku tidak dapat memberikan kepastian.
Ia cenderung berpendapat bahwa Al-Qur’an pada dasarnya diturunkan untuk manusia dan jin. Namun, ajaran Nabi Muhammad SAW tetap membawa rahmat bagi seluruh alam semesta.
Pandangan tersebut merujuk pada firman Allah dalam Surah Al-Anbiya ayat 107:
“Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.”
Menurut Quraish Shihab, makna rahmat bagi seluruh alam tidak selalu berarti seluruh makhluk wajib menjalankan syariat yang sama, melainkan menunjukkan bahwa kehadiran Rasulullah SAW membawa manfaat dan kebaikan bagi seluruh ciptaan Allah.
Mengapa Alam Semesta Begitu Luas?
Di tengah perdebatan tentang keberadaan kehidupan di luar Bumi, muncul pertanyaan yang lebih besar: mengapa Allah menciptakan alam semesta yang sangat luas jika hanya satu planet yang dihuni?
Quraish Shihab mengingatkan bahwa kemampuan manusia memahami tujuan penciptaan Allah sangatlah terbatas.
Ia mengibaratkan manusia seperti seorang anak kecil yang belum tentu memahami seluruh tujuan dan tindakan orang tuanya. Jika sesama makhluk saja tidak selalu dapat dipahami, apalagi memahami seluruh rahasia Sang Pencipta.
Yang pasti, tegasnya, Al-Qur’an menegaskan bahwa Allah tidak menciptakan langit dan bumi secara sia-sia.
“Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya dengan bermain-main.” (QS Al-Anbiya: 16).
Firman Allah lainnya juga menegaskan:
“Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan tujuan yang benar, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.” (QS Ad-Dukhan: 39).
Misteri yang Belum Terjawab
Hingga kini, ilmu pengetahuan modern belum menemukan bukti pasti adanya kehidupan cerdas di luar Bumi. Namun bagi sebagian kalangan, ayat-ayat Al-Qur’an membuka ruang untuk kemungkinan tersebut.
Apakah ada makhluk berakal lain di antara miliaran galaksi yang memenuhi alam semesta? Apakah mereka memiliki tugas dan aturan yang berbeda dari manusia?
Jawaban pastinya masih menjadi misteri besar yang belum terungkap. Namun satu hal yang diyakini umat Islam, seluruh alam semesta beserta isinya diciptakan Allah dengan tujuan dan hikmah yang tidak pernah sia-sia. (Mun)
-
NASIONAL25/07/2026 18:00 WIBKuasa Hukum Don Ritto Nilai Kejagung Prematur Kaitkan Uang dan Emas dengan Febrie Adriansyah
-
RIAU25/07/2026 23:59 WIBHari Jadi ke-514 Bengkalis, Kasmarni Buka CFN dengan Sajian Budaya dan UMKM
-
JABODETABEK25/07/2026 16:30 WIBBejat, Guru Les Mangsa 29 Bocah Laki-Laki di Tangerang
-
NASIONAL25/07/2026 17:00 WIBFebrie Adriansyah Resmi Ditahan, Jamwas Kejagung Ungkap Alasan Tanpa Rompi Tahanan
-
RIAU25/07/2026 19:00 WIBRibuan Jamaah Padati Tabligh Akbar Habib Husein Ja’far di Bengkalis, Kasmarni Ingatkan Bahaya FOMO
-
NASIONAL25/07/2026 22:00 WIBFaisal Lohy Minta KPK Dalami Peran Eks Jampidsus
-
NASIONAL26/07/2026 06:00 WIBJubir Otorita IKN Ditemukan Tak Bernyawa di Rusun ASN
-
NASIONAL25/07/2026 20:00 WIBKasus Dugaan Pencabulan Anak di Tanjungbalai, DPR Minta Polisi Ungkap Seluruh Fakta

















