NUSANTARA
Sadis! Monster Bandung Paksa Tato Tangan dan Dada Korban Penyekapan
AKTUALITAS.ID – Fakta demi fakta terus bermunculan dalam kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap perempuan berinisial YTR (29) di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Setelah sebelumnya diketahui mengalami luka berat hingga kehilangan penglihatan, kini muncul dugaan baru yang kembali mengundang keprihatinan publik.
Korban diduga dipaksa menato tubuhnya dengan tulisan dan gambar wajah pelaku selama mengalami penyekapan.
Informasi tersebut ramai beredar di media sosial X melalui unggahan akun @terlanjurmapan. Dalam unggahan itu disebutkan bahwa tangan kiri, tangan kanan, hingga dada korban dipenuhi tato yang diduga dibuat atas paksaan.
“Tangan kiri, tangan kanan dan dada korban dipaksa ditato tulisan dan gambar muka si Taufik,” tulis akun tersebut.
Unggahan itu juga memperlihatkan foto yang diklaim sebagai kondisi tubuh korban dengan sejumlah tato. Namun hingga kini, informasi mengenai dugaan tato paksa tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak kepolisian.
Pemilik akun juga mengaku memperoleh informasi tersebut dari istrinya yang disebut mengenal korban.
“HP istri kebetulan temenan sama korban dan sekarang lagi nangis sambil scroll berita penangkapan tersangka,” tulisnya.
Apabila dugaan tersebut terbukti dalam proses penyidikan, temuan itu akan menambah panjang daftar dugaan kekerasan yang dialami korban selama diduga disekap selama kurang lebih tiga tahun.
Sebelumnya, Polda Jawa Barat mengungkap hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban mengalami luka-luka berat akibat dugaan penyiksaan berkepanjangan. Berdasarkan hasil visum, kedua mata korban mengalami kebutaan, enam gigi depan bagian atas rontok, bibir mengalami kerusakan, serta terdapat berbagai luka di sejumlah bagian tubuh.
Meski demikian, kondisi korban perlahan mulai menunjukkan perkembangan. Saat ini YTR masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dan telah dapat berkomunikasi secara terbatas.
Selain menjalani perawatan medis, korban juga mendapat pendampingan psikologis untuk membantu pemulihan trauma yang diduga dialaminya selama bertahun-tahun. Tim dokter memperkirakan proses pemulihan fisik maupun mental akan membutuhkan waktu yang panjang.
Sementara itu, penyidik masih terus mendalami seluruh dugaan tindak kekerasan yang dialami korban, mulai dari penyekapan, penganiayaan, hingga dugaan pemaksaan tindakan lain yang diduga menimbulkan penderitaan fisik maupun psikis. Polisi juga masih menyelidiki kebenaran informasi mengenai dugaan tato paksa yang beredar di media sosial sebagai bagian dari proses penyidikan. (Kusuma/Mun)
-
JABODETABEK23/06/2026 19:47 WIBJakarta Catat 2.269 Aduan Kekerasan, Kampus Didorong Jadi Ruang Aman
-
OLAHRAGA24/06/2026 04:30 WIBBrazil vs Skotlandia: Penentu Tiket Lolos Grup C Piala Dunia
-
POLITIK23/06/2026 19:25 WIBPDIP: Putusan MK Nomor 90 Jadi Titik Kontroversi Politik Gibran
-
JABODETABEK24/06/2026 05:30 WIBCuaca 24 Juni: Jakarta Tak Bisa Lepas dari Hujan Ringan
-
NUSANTARA23/06/2026 22:31 WIBHerman Deru Dorong Inovasi Daerah Hadapi Efisiensi Anggaran dan Keterbatasan Fiskal
-
NASIONAL23/06/2026 20:00 WIBKomisi VII Desak BPOM Rutin Inspeksi AMDK di Seluruh Indonesia
-
EKBIS23/06/2026 23:00 WIBPT KMR Klaim Kasus Minyakita Bermasalah di Wonogiri Tuntas
-
EKBIS24/06/2026 00:01 WIBDidukung Kemenpar, KRISTAInterFOOD 2026 Siap Perkuat Industri F&B Nasional

















