EKBIS
Harga Minyak Dunia Naik Tipis
AKTULITAS.ID – Harga minyak dunia kembali bergerak menguat pada perdagangan Selasa (7/7/2026), didorong meningkatnya kekhawatiran terhadap keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Meski kenaikannya masih terbatas, pasar energi global kembali dihadapkan pada risiko geopolitik yang membayangi pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah.
Berdasarkan perdagangan internasional, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik sekitar 0,39 persen ke level US$68,82 per barel. Sementara minyak mentah Brent menguat sekitar 0,38 persen menjadi US$72,26 per barel.
Penguatan tersebut terjadi setelah harga minyak sempat terkoreksi pada perdagangan sebelumnya hingga kembali ke kisaran sebelum meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Menurut laporan Reuters, kontrak Brent naik 28 sen menjadi US$72,29 per barel, sedangkan WTI menguat 29 sen ke posisi US$68,84 per barel.
Analis menilai kenaikan harga terjadi karena pelaku pasar kembali mempertimbangkan risiko keamanan di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran minyak paling penting di dunia.
Kepala Analis Pasar KCM Trade, Tim Waterer, mengatakan peningkatan pasokan minyak memang telah mengurangi tekanan harga dalam jangka pendek. Namun, pasar belum sepenuhnya yakin bahwa stabilitas di kawasan akan bertahan lama.
“Langkah-langkah pemulihan pasokan telah meredakan premi risiko dalam jangka pendek. Namun, pasar masih berhati-hati untuk terlalu percaya pada stabilitas gencatan senjata saat ini, mengingat hubungan Amerika Serikat dan Iran kerap diwarnai pasang surut,” ujar Tim Waterer.
Kekhawatiran investor kembali meningkat setelah sebuah kapal tanker yang melintas di dekat Selat Hormuz dilaporkan terkena proyektil di perairan Oman hingga memicu kebakaran. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden tersebut menjadi pengingat bahwa jalur distribusi energi global masih menyimpan risiko keamanan.
Selat Hormuz sendiri telah kembali dibuka untuk pelayaran komersial setelah meredanya konflik. Namun, volume pengiriman minyak masih belum sepenuhnya pulih ke tingkat normal sebelum ketegangan terjadi.
Di sisi lain, pasar juga terus memperhitungkan tambahan pasokan minyak dari Arab Saudi dan negara-negara OPEC+ yang sebelumnya telah mengumumkan peningkatan produksi. Bertambahnya pasokan menjadi faktor yang menahan laju kenaikan harga minyak agar tidak bergerak lebih tinggi.
Pelaku pasar juga mencermati perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran. Presiden AS Donald Trump kembali menyatakan negaranya akan mencapai kesepakatan dengan Iran atau mengambil langkah lain apabila negosiasi tidak menghasilkan kemajuan.
Dengan kondisi tersebut, harga minyak dunia saat ini berada di antara dua sentimen besar yang saling berlawanan. Di satu sisi, peningkatan produksi global berpotensi menambah pasokan, namun di sisi lain risiko keamanan di Selat Hormuz masih menjadi faktor yang membuat investor tetap berhati-hati dalam memperkirakan arah pasar energi global. (Firman/Mun)
-
NASIONAL28/07/2026 10:00 WIBKomdigi Pasang Badan Usai Prabowo Dihujani Kritik soal ‘Londo Ireng’
-
EKBIS28/07/2026 11:30 WIBEmas Antam Jeblok Rp9.000 per Gram
-
POLITIK28/07/2026 13:00 WIBBawaslu Catat 409 Tim Mahasiswa Siap Bongkar Masalah Pemilu
-
POLITIK28/07/2026 11:00 WIBEmpat Keputusan PKS Bikin Peta Politik Memanas
-
JABODETABEK28/07/2026 08:30 WIBPolda Metro Gulung 8 Tersangka Sindikat Buzzer Hoaks
-
EKBIS28/07/2026 09:30 WIBIHSG Merah di Awal Perdagangan
-
NASIONAL28/07/2026 06:00 WIBPengamat sebut Prabowo Tak Sedang Serang Wartawan atau LSM
-
OASE28/07/2026 05:00 WIBEmpat Larangan Seksualitas dalam Al-Qur’an, Apa Saja?

















