Connect with us

DUNIA

Houthi Paksa Kapal di Laut Merah Putar Balik

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah kelompok Houthi di Yaman mengklaim mulai memaksa sejumlah kapal di Laut Merah mengubah rute pelayaran agar tidak melintasi Selat Bab Al Mandab, salah satu jalur maritim paling strategis di dunia.

Menurut laporan kantor berita Saba yang dikelola Houthi dan dikutip Middle East Monitor, sedikitnya enam kapal telah mengubah haluan setelah menerima peringatan dari kelompok tersebut.

Selain itu, enam pejabat Houthi menyatakan telah mengirimkan pemberitahuan kepada perusahaan-perusahaan pelayaran internasional agar tidak melintasi Selat Bab Al Mandab, yang menjadi pintu masuk selatan Laut Merah dan jalur penting perdagangan internasional.

Dalam surat elektronik yang dikirim kepada perusahaan pelayaran, Houthi menyatakan kapal-kapal dilarang memuat maupun membongkar barang di pelabuhan Arab Saudi. Kelompok tersebut juga memperingatkan bahwa perusahaan yang tetap melakukannya berisiko menjadi sasaran serangan, termasuk di luar wilayah tersebut.

BACA JUGA  Komisi VIII Siap Gelar Rapat Reses soal Haji dan Umrah

Langkah itu muncul sehari setelah Houthi mengumumkan larangan pelayaran yang berkaitan dengan Arab Saudi. Pengumuman tersebut memicu kekhawatiran bahwa konflik di kawasan dapat meluas dan semakin mengganggu jalur perdagangan internasional.

Jika gangguan terhadap pelayaran di Selat Bab Al Mandab terus berlanjut, dampaknya diperkirakan tidak hanya dirasakan di Timur Tengah, tetapi juga berpotensi mengganggu distribusi energi dan rantai pasok global. Selat tersebut merupakan salah satu jalur utama yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan Samudra Hindia.

Bab Al Mandab juga menjadi jalur alternatif penting bagi pengiriman minyak dan barang dari kawasan Teluk. Gangguan terhadap rute ini dapat memaksa kapal memutar melalui jalur yang lebih jauh, sehingga meningkatkan waktu pelayaran dan biaya logistik.

BACA JUGA  Iran Ancam Serang Google hingga Microsoft

Lalu lintas pelayaran di Laut Merah sendiri belum sepenuhnya pulih sejak Houthi mulai menyerang kapal-kapal di sekitar pesisir Yaman pada November 2023. Kelompok itu menyatakan serangan-serangan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina di tengah perang di Gaza.

Meski demikian, klaim Houthi mengenai enam kapal yang mengubah haluan berasal dari media yang dikelola kelompok tersebut. Hingga saat ini belum ada konfirmasi independen mengenai seluruh rincian klaim tersebut, sementara perkembangan situasi di Laut Merah masih terus dipantau oleh berbagai pihak. (Mun)

TRENDING