EKBIS
Harga Bitcoin Stagnan USD64 Ribu
AKTUALITAS.ID – Harga Bitcoin kembali menunjukkan tanda-tanda kehilangan tenaga. Setelah sempat bergerak naik tipis, aset kripto terbesar di dunia itu masih tertahan di kisaran USD64 ribu, mencerminkan lemahnya minat beli di tengah pasar yang masih dibayangi tren bearish.
Mengutip Investing, Minggu (26/7/2026), Bitcoin diperdagangkan di kisaran USD64.332, hanya naik sekitar 0,25 persen dalam 24 jam terakhir berdasarkan data Binance. Selama perdagangan, harga bergerak di rentang USD63.703 hingga USD65.396, namun belum mampu keluar dari tekanan yang sudah berlangsung selama berbulan-bulan.
Yang lebih mengkhawatirkan, Bitcoin masih berada sekitar 50 persen di bawah rekor harga tertingginya, memperlihatkan bahwa dominasi pasar bearish belum benar-benar berakhir.
Tekanan terhadap Bitcoin juga diperkuat oleh menurunnya aliran stablecoin ke bursa kripto. Analis CryptoQuant, Darkfost, mencatat transfer USDT dan USDC ke exchange kini menyentuh level terendah sejak 2025.
Rata-rata arus masuk stablecoin selama 30 hari di jaringan Ethereum hanya mencapai sekitar USD2,3 miliar, jauh di bawah rata-rata tahunan sebesar USD3,7 miliar. Sebagai perbandingan, saat Bitcoin mencetak rekor harga tertinggi, arus masuk stablecoin sempat mencapai USD5,6 miliar.
Penurunan arus dana tersebut menjadi sinyal bahwa semakin sedikit modal segar yang masuk ke pasar. Kondisi ini biasanya mencerminkan investor memilih menahan uangnya dibanding membeli aset kripto, sehingga peluang reli besar dalam waktu dekat menjadi semakin terbatas.
Di sisi lain, perusahaan-perusahaan pemegang Bitcoin mulai berupaya meningkatkan transparansi. Salah satunya dengan memperkenalkan indikator baru yang menghitung nilai cadangan bersih setelah memperhitungkan utang dan saham preferen.
Berdasarkan laporan CoinDesk, cadangan bersih perusahaan tersebut mencapai USD36,6 miliar, berasal dari kepemilikan Bitcoin senilai USD55,6 miliar dan kas USD3,2 miliar, setelah dikurangi kewajiban utang konversi dan klaim saham preferen sebesar USD22,3 miliar.
Namun sentimen pasar masih dibebani ketidakpastian regulasi di Amerika Serikat. Digital Asset Market Clarity Act, yang diharapkan menjadi payung hukum baru bagi industri aset digital, masih menghadapi jalan terjal di Senat.
Sejumlah anggota Partai Demokrat menilai aturan etika dalam rancangan undang-undang tersebut masih terlalu longgar, terutama terkait kepentingan aset kripto yang dikaitkan dengan Presiden Donald Trump. Akibatnya, peluang pengesahan regulasi itu sebelum masa reses musim panas dinilai semakin kecil.
Sementara itu, pasar kripto secara keseluruhan bergerak bervariasi. Ether naik 0,6 persen ke USD1.832, XRP menguat 0,72 persen menjadi USD1,09, BNB bertambah 0,6 persen, sedangkan Solana dan Cardano masing-masing naik 0,89 persen dan 0,6 persen.
Di kelompok memecoin, Dogecoin menjadi salah satu yang mencuri perhatian setelah melonjak 4,65 persen, sementara token $TRUMP justru melemah 0,32 persen.
Meski sejumlah altcoin masih mampu mencatatkan penguatan, lesunya arus dana baru dan ketidakpastian regulasi membuat pelaku pasar masih bersikap hati-hati. Selama likuiditas belum kembali mengalir, Bitcoin diperkirakan masih akan bergerak dalam rentang terbatas dan belum memiliki katalis kuat untuk memulai reli besar berikutnya. (Irawan/Mun)
-
DUNIA10/09/2026 18:00 WIBTrump: Perang Iran Akan Berakhir Setelah Pemilu
-
NASIONAL10/09/2026 17:00 WIB5 Jurnalis Hilang, DPR Minta SOP Liputan Diperketat
-
NASIONAL11/09/2026 10:00 WIBKetum BM PAN Doakan 5 Jurnalis Hilang Segera Ditemukan
-
RIAU11/09/2026 09:45 WIBTinjau Karhutla Pelalawan, Aslog Kapolri Siapkan Formulasi Pemadaman Gambut
-
RIAU10/09/2026 22:00 WIB65 Kg Sabu Asal Malaysia Digagalkan di Bengkalis
-
EKBIS11/09/2026 09:15 WIBIHSG Anjlok Nyaris 2% di Awal Perdagangan
-
NASIONAL11/09/2026 10:15 WIBMaruarar Sirait: Buku Industri Properti 8% Jadi Referensi Program 3 Juta Rumah
-
POLITIK10/09/2026 16:00 WIBPDIP Santai Hadapi Wacana Pemakzulan Masinton

















