Connect with us

POLITIK

Kaesang Maju di Dapil Puan, Pengamat Sebut PDIP Belum Tentu Tergerus

Aktualitas.id -

AKTUALITAS.ID – Pengamat politik Nurul Fatta menilai pencalonan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Kaesang Pangarep di Daerah Pemilihan Jawa Tengah V pada Pemilu 2029 belum tentu menggerus dominasi PDI Perjuangan. Kehadiran Kaesang justru berpotensi menekan perolehan suara partai lain dibandingkan PDIP di wilayah tersebut..

“Kalau kita lihat secara kepartaian, bukan personal, bukan orang per orang, datanya cukup menarik. Di Dapil V Jawa Tengah itu, suara partai PDIP turun dari 43,4 persen di 2019 menjadi 34,7 persen di 2024,” kata Fatta kepada wartawan, Rabu (29/7/2026).

Fatta menjelaskan, penurunan suara PDIP mencapai sekitar 8,7 poin persentase dalam satu periode pemilu. Secara relatif, partai berlambang banteng itu kehilangan sekitar seperlima dari perolehan suaranya di Dapil Jawa Tengah V.

Namun, penurunan tersebut belum menghilangkan posisi PDIP sebagai kekuatan politik utama di wilayah yang meliputi Solo Raya itu. Dapil Jawa Tengah V selama ini dikenal sebagai salah satu basis elektoral terkuat PDIP.

BACA JUGA  Pengasuh Ponpes di Mantingan Jepara Jadi Tersangka Kasus Pencabulan Santri

Tren berbeda terlihat pada perolehan suara PSI. Berdasarkan data yang disampaikan Fatta, suara partai tersebut meningkat dari 3,6 persen pada Pemilu 2019 menjadi 8,2 persen pada Pemilu 2024.

“PSI, di luar faktor caleg, murni suara partai, justru naik dari 3,6 persen di 2019 ke 8,2 persen di 2024. Itu kenaikan lebih dari dua kali lipat. Memang basisnya masih kecil dibanding PDIP, tapi tren pertumbuhannya jelas ke arah yang berlawanan dengan PDIP,” ujar Fatta.

Peningkatan tersebut memperlihatkan adanya ruang pertumbuhan bagi PSI di Dapil Jawa Tengah V. Akan tetapi, selisih suara PSI dengan PDIP masih cukup lebar sehingga pencalonan Kaesang belum dapat langsung dipandang sebagai ancaman terhadap dominasi partai banteng.

Fatta memperkirakan PSI berpeluang kembali meningkatkan suara apabila tren dua pemilu terakhir terus berlanjut. Faktor personal Kaesang, jaringan keluarga, serta kedekatannya dengan Solo dapat menjadi modal dalam persaingan memperebutkan kursi DPR RI.

BACA JUGA  Mandat Komnas Perempuan Diperluas, Rieke: Perlindungan Korban Masih Belum Optimal

“Nah, kalau tren ini konsisten, PDIP terus melandai dan PSI terus naik, apakah itu bisa terulang lagi di 2029? Sangat mungkin. Tapi soal apakah itu cukup untuk menggeser dominasi PDIP di dapil ini, termasuk suara Puan Maharani, itu soal lain yang perlu dilihat lebih jauh,” kata Fatta.

Ketua DPP PDIP Puan Maharani selama ini maju dari Dapil Jawa Tengah V. Apabila kembali mencalonkan diri pada Pemilu 2029, Puan dan Kaesang berpotensi bertarung di daerah pemilihan yang sama.

Meski demikian, Fatta menilai basis pemilih Kaesang tidak otomatis berasal dari pendukung Puan maupun PDIP. Kedua figur mempunyai jaringan dan kelompok pemilih yang berbeda.

Dampak pencalonan Kaesang justru berpotensi dirasakan partai lain. Fatta menyebut PKB dan PAN sebagai contoh partai yang perolehan suaranya mengalami penurunan di Dapil Jawa Tengah V pada dua pemilu terakhir.

BACA JUGA  Hasto Resmi Pakai Rompi Orange KPK

“Kalau dilihat lebih luas lagi, bisa saja partai-partai lain yang tergerus seperti PKB atau PAN, karena suara partainya juga mengalami penurunan dari 2019 ke 2024,” tutur Fatta.

Persaingan pada Pemilu 2029 tidak hanya ditentukan oleh popularitas calon. Kekuatan mesin partai, soliditas kader, distribusi suara antarcalon, serta kemampuan partai melewati ambang batas parlemen juga akan memengaruhi hasil akhir.

Kaesang diperkirakan mempunyai peluang memperoleh suara personal dalam jumlah besar. Namun, perolehan tersebut baru dapat dikonversi menjadi kursi apabila PSI memenuhi persyaratan nasional untuk masuk ke DPR.

Karena itu, Fatta berpandangan pencalonan Kaesang belum tentu mengurangi jumlah kursi PDIP di Dapil Jawa Tengah V. Pergeseran kursi dapat terjadi pada partai lain yang memiliki basis suara lebih rentan.

“Jadi menurut saya, justru kalau Kaesang maju, bukan PDIP yang berkurang kursinya, tapi partai lain,” tegas Fatta.

TRENDING