Connect with us

DUNIA

Kim Yo Jong Bantah Klaim Trump

Aktualitas.id -

Kim Yo Jong (Foto: Korean Central News Agency/Korea News Service via AP)

AKTUALITAS.ID – Klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa Kim Jong Un telah merespons ajakannya untuk berdialog justru mendapat respons dingin dari Pyongyang.

Adik pemimpin Korea Utara, Kim Yo Jong, mengaku tidak mengetahui adanya komunikasi seperti yang diklaim Trump. Pernyataan itu sekaligus menambah tanda tanya besar mengenai kemungkinan dibukanya kembali jalur dialog Washington-Pyongyang.

Kantor berita Korea Utara, KCNA, melaporkan Kim Yo Jong menyatakan tidak mengetahui adanya komunikasi antara Trump dan Kim Jong Un seperti yang disampaikan Presiden AS tersebut.

Namun, Kim Yo Jong tidak berhenti pada bantahan. Ia justru menyerang kebijakan militer Washington di Semenanjung Korea.

Menurutnya, latihan militer gabungan AS dan Korea Selatan tetap menjadi bukti bahwa kebijakan Washington terhadap Pyongyang belum berubah.

BACA JUGA  Supaya Tak Stres Urus Negara, Kim Jong-un Lempar Sebagian Kewenangan ke Adik

Kim Yo Jong menilai pengurangan durasi latihan militer tidak otomatis mengubah sikap AS. Bagi Pyongyang, keberadaan latihan tersebut tetap mencerminkan apa yang disebutnya sebagai “kebijakan permusuhan” Washington.

Pernyataan tersebut muncul setelah Trump pada Senin (17/8/2026) mengklaim bahwa Kim Jong Un telah merespons ajakannya untuk berdialog.

Trump bahkan kembali menonjolkan kedekatan personalnya dengan pemimpin Korea Utara tersebut.

Menurut Trump, Kim Jong Un selalu memperlakukannya dengan sangat hormat. Ia juga menyebut keduanya telah bertemu dalam dua kesempatan utama dan memiliki pemahaman satu sama lain.

Klaim tersebut muncul sehari setelah Trump memerintahkan Pentagon untuk mengurangi secara signifikan latihan militer gabungan AS dan Korea Selatan.

Trump sebelumnya menyebut latihan tersebut mahal dan mempertanyakan manfaatnya. Ia juga menyinggung sikap Korea Selatan yang dinilai tidak membantu AS ketika Washington menghadapi Iran.

BACA JUGA  Adik Kim Jong-un Kecam Menlu Korsel Tak Percaya Korut Nihil Kasus Covid-19

Di tengah situasi itu, The Wall Street Journal pada Selasa (18/8) melaporkan Trump secara pribadi meminta para pembantunya mengupayakan pertemuan dengan Kim Jong Un saat menghadiri KTT APEC di Shenzhen, China, November mendatang.

Pertemuan para pemimpin ekonomi APEC dijadwalkan berlangsung pada 18-19 November.

Meski demikian, hingga kini belum ada rencana formal yang memastikan pertemuan Trump dan Kim Jong Un.

Situasi tersebut membuat pesan dari Pyongyang menjadi sorotan. Di satu sisi, Kim Yo Jong mengakui bahwa hubungan personal Trump dan kakaknya memang baik.

Namun di sisi lain, Pyongyang tetap mempertahankan sikap keras terhadap kebijakan keamanan AS.

Kim Yo Jong sebelumnya juga pernah mengatakan hubungan pribadi Kim Jong Un dan Trump “tidak buruk”. Akan tetapi, ia memperingatkan bahwa hubungan personal tersebut tidak boleh disalahgunakan Washington untuk memaksa Korea Utara meninggalkan program nuklirnya.

BACA JUGA  Kim Jong Un Angkat Adik Perempuannya Duduki Jabatan Penting di Lembaga Tinggi Pemerintah

Jika tujuan AS adalah menggunakan hubungan Trump-Kim Jong Un untuk menekan Pyongyang terkait program nuklir, Kim Yo Jong menilai upaya tersebut hanya akan berakhir sebagai olok-olok.

Dalam pernyataan terbaru KCNA, Kim Yo Jong kembali mengakui bahwa Trump dan Kim Jong Un memang memiliki hubungan yang sangat baik.

Namun, pengakuan itu justru memperlihatkan persoalan utama diplomasi AS-Korea Utara: hubungan personal bisa hangat, tetapi kepentingan strategis kedua negara masih berjarak jauh.

Klaim Trump mengenai komunikasi dengan Kim Jong Un kini berhadapan dengan sikap Pyongyang yang belum memberikan konfirmasi terbuka. (Mun)

TRENDING