Connect with us

POLITIK

AHY Tegaskan TNI-Polri Wajib Netral Saat Pemilu

Aktualitas.id -

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY),
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Komitmen netralitas aparat negara di panggung politik kembali disuarakan dengan nada tinggi. Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melayangkan peringatan keras agar seluruh instrumen kekuasaan – mulai dari TNI, Polri, intelijen, aparat penegak hukum, hingga Aparatur Sipil Negara (ASN) – tidak sekali-kali coba bermain mata dalam pemilihan umum.

Berpidato di hadapan ribuan kader dalam perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Sabtu (5/9/2026), AHY menegaskan bahwa netralitas aparatur adalah harga mati yang lahir dari rahim reformasi.

“TNI, Polri, intelijen, penegak hukum, ASN, dan seluruh aparatur negara harus profesional dan netral, termasuk dalam setiap pemilu. Mereka semua adalah milik rakyat, milik kita semua,” seru AHY dengan tegas.

BACA JUGA  Gerakan Rakyat akan Usung Anies Baswedan Jadi Capres

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan ini mengingatkan agar bangsa Indonesia tidak melupakan sejarah pahit masa lalu. Semangat reformasi, kata dia, menuntut agar kekuasaan selalu berada dalam koridor pengawasan yang ketat dan bersih dari intervensi kelompok tertentu.

“Kita mengingat sejarah bukan untuk kembali ke masa lalu, tetapi untuk mengambil pelajarannya bagi masa depan. Bahwa kekuasaan harus diawasi. Hukum harus berlaku adil. Korupsi harus dilawan. Dan kedaulatan rakyat harus dijaga dan dihormati,” tambahnya.

Dalam kontestasi politik yang adil, AHY juga menyoroti larangan keras penyalahgunaan fasilitas negara untuk kepentingan elektoral pihak tertentu. Seluruh peserta pemilu, imbuhnya, wajib mendapatkan porsi perlakuan yang setara tanpa ada tekanan dari aparat berseragam.

BACA JUGA  Partai Buruh Dukung Putusan MK Soal Pemisahan Pemilu 2029

“Setiap peserta pemilu harus memperoleh perlakuan yang adil. Siapapun yang menang harus menang karena mendapatkan kepercayaan rakyat, dan siapapun yang kalah harus menghormati kehendak rakyat,” pungkas AHY menutup pesannya. (Andrey/Mun)

TRENDING