NASIONAL
Maruarar Sirait Targetkan Bedah Rumah di Bukit Duri Rampung 1 Desember 2026
AKTUALITAS.ID – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menargetkan pembangunan dan bedah 10.300 rumah melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Jakarta rampung pada 1 Desember 2026.
Hal itu disampaikan Maruarar saat meninjau langsung salah satu lokasi bedah rumah program BSPS di Bukit Duri, Jakarta Selatan, Sabtu (5/9/2026).
“Harus selesai 1 Desember 2026,” kata Maruarar.
Maruarar mengatakan pelaksanaan program BSPS tidak hanya ditujukan untuk memperbaiki kualitas hunian masyarakat, tetapi juga menggerakkan perekonomian warga di sekitar lokasi. Pengerjaan rumah, kata dia, melibatkan tenaga tukang dan tokoh masyarakat setempat.
“Kita kan harus menggerakkan ekonomi rakyat, tukangnya dari masyarakat, tokoh-tokohnya dari sekitar sini,” ujarnya.
Menurut Maruarar, jumlah rumah yang menjadi sasaran program BSPS di Jakarta mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Program tersebut mencakup masing-masing sekitar 2.000 rumah di Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat.
Ia menyebut total penerima program di Jakarta mencapai 10.300 rumah. Jumlah tersebut jauh meningkat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang disebutnya belum mencapai 200 rumah.
“Sekarang 10.300. Jadi bisa menggerakkan ekonomi,” kata Maruarar.
Maruarar menegaskan pemerintah harus memprioritaskan kawasan yang memiliki kebutuhan perumahan paling mendesak. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk menentukan kawasan yang membutuhkan intervensi pemerintah.
“Saya tanya Pak Gubernur, Pak Pramono, di mana kawasan-kawasan yang paling membutuhkan dan rumahnya banyak di sini,” ujarnya.
Menurut dia, Bukit Duri menjadi salah satu kawasan yang dipilih karena terdapat banyak rumah yang membutuhkan perbaikan. Karena itu, pemerintah hadir melalui program perbaikan rumah agar masyarakat mendapatkan hunian yang lebih layak.
“Negara harusnya hadir di tempat-tempat yang paling membutuhkan bantuan,” tegasnya.
Maruarar mengatakan perbaikan rumah juga diarahkan untuk meningkatkan aspek kesehatan dan kebersihan lingkungan. Salah satunya dengan memperbaiki bagian rumah yang masih menggunakan material yang dinilai kurang layak.
“Tadi yang ada asbes-asbesnya kita perbaiki, supaya juga lebih bersih, lebih resik,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah saat ini tengah mendorong terciptanya lingkungan permukiman yang lebih aman, bersih, sehat, dan asri. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui perbaikan hunian.
Maruarar mengatakan target penyelesaian program telah ditetapkan setelah pemerintah melakukan pembahasan bersama Presiden Prabowo Subianto.
“Kita baru rapat minggu lalu sama Presiden Prabowo, bagaimana kita membuat Indonesia benar-benar lebih aman, lebih resik, lebih sehat, lebih asri,” ujarnya.
Ia kembali menegaskan seluruh target perbaikan rumah tersebut harus dapat diselesaikan paling lambat 1 Desember 2026.
-
NASIONAL06/09/2026 06:44 WIBErupsi Anak Krakatau Bikin Bandara Soetta Tutup
-
RIAU05/09/2026 18:43 WIBKapolda dan Pangdam Cek Karhutla Siak, Empat Wilayah Riau Jadi Perhatian
-
JABODETABEK06/09/2026 05:30 WIBJakarta Disengat Cuaca Cerah Nyaris 35 Derajat Hari Ini
-
NASIONAL06/09/2026 09:00 WIBErupsi Anak Krakatau, Tiga Bandara Tutup Darurat Pagi Ini
-
DUNIA05/09/2026 21:00 WIBWNI Magang di Jepang Tewas di Dalam Mesin Pabrik
-
JABODETABEK06/09/2026 08:30 WIBPonsel Rp18 Juta Turis India Hilang Dijambret
-
OASE06/09/2026 05:00 WIBTangan dan Kaki Akan Bersaksi di Hari Kiamat
-
RAGAM05/09/2026 20:00 WIBBegini Cara Deteksi Loker Tipu-Tipu

















