Connect with us

DUNIA

Rupiah Masih Terjebak Tekanan Dolar AS

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Napas nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tampak makin ngos-ngosan pada pembukaan perdagangan pagi ini, Kamis (10/9/2026). Dihantam tekanan domestik yang belum kunjung mereda, mata uang Garuda harus kembali rela babak belur di hadapan the greenback.

Berdasarkan data Bloomberg, ketidakberdayaan Rupiah sangat terasa. Pagi ini, Rupiah tergelincir ke level Rp17.512 per USD. Angka ini menandai pelemahan tipis satu poin atau 0,01 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya yang berada di posisi Rp17.511 per USD.

Menariknya, pasar tampak diwarnai anomali dan volatilitas tingkat tinggi. Pantauan dari Yahoo Finance di waktu yang sama justru menunjukkan Rupiah bertengger di level Rp17.547 per USD. Meski angkanya terlihat mengerikan, posisi ini sebenarnya mencatatkan penguatan semu jika ditarik dari pembukaan sebelumnya yang sempat menyentuh level horor Rp17.613 per USD. Fluktuasi liar ini membuat pergerakan Rupiah tampak stagnan dan terjebak di pusaran ketidakpastian.

BACA JUGA  ESDM Pastikan BBM Subsidi Aman di Tengah Rupiah yang Terus Melemah

Nasib Rupiah yang tertekan ini ironisnya tidak dialami oleh semua tetangganya di Asia. Hingga pukul 09.00 WIB, pergerakan mata uang Benua Kuning ini menunjukkan tren yang bervariasi, namun didominasi oleh rapor hijau.

Won Korea Selatan tampil sebagai jawara dan sukses mempecundangi dolar AS dengan lonjakan fantastis 0,23%. Pesta pora juga dinikmati oleh Yen Jepang dan Baht Thailand yang kompak melesat 0,09%. Menyusul di belakangnya, Dolar Singapura ikut terkerek 0,06%, dan Dolar Hong Kong yang menguat tipis 0,008%.

Di sisi lain, Rupiah tidak sendirian di zona merah. Mata uang Garuda ditemani oleh Dolar Taiwan yang nyungsep paling dalam dengan koreksi 0,09%. Selain itu, Peso Filipina juga harus rela tertekan 0,04%, disusul Ringgit Malaysia yang tergelincir 0,02% dan Yuan China yang melemah tipis 0,01%. (Firman/Mun)

BACA JUGA  Rupiah Menguat Tajam Dipicu Kesepakatan Dagang AS-Jepang

TRENDING