Connect with us

NUSANTARA

Bandung Diguncang 26 Kali Gempa dalam 12 Jam

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id -ai

AKTUALITAS.ID – Bandung tidak baik-baik saja! Dalam 12 jam saja, 26 kali gempa tektonik mengguncang Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (16/9/2026). BMKG sampai angkat bicara.

Rentetan gempa ini terekam sejak pagi buta hingga sore. Warga Pangalengan dan Kertasari panik, getarannya terasa seperti truk lewat di dalam rumah!

“Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya aktivitas seismik berupa rangkaian gempa bumi yang terjadi di wilayah Kabupaten Bandung. Pada tanggal 16 September 2026 hingga pukul 17.42 WIB, tercatat sebanyak 26 kejadian gempa bumi sejak pukul 06.10 WIB,” ungkap Plt Kepala BBMKG Wilayah II Ana Oktaviana Setiowati, Rabu (16/9).

Gempa ke-26 yang tercatat pukul 17.14 WIB bermagnitudo 2,8 dengan kedalaman super dangkal hanya 5 Km. Episenternya di darat, 28 Km Tenggara Kabupaten Bandung.

BACA JUGA  BMKG: Gempa Susulan NTT Bisa Sampai 4 Minggu

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” tegas Ana.

Guncangan dimulai pukul 06.10 WIB (M 1,8), lalu 06.16 WIB (M 1,9), 06.21 WIB (M 2,2). Berlanjut pukul 08.01 WIB (M 1,8), 08.05 WIB (M 1,4), dan 08.11 WIB (M 2,9).

Tak berhenti, pukul 08.18 WIB (M 1,7), 08.48 WIB (M 2,4), 09.05 WIB (M 1,6), 09.10 WIB (M 2,1), 09.35 WIB (M 2,8).

Puncaknya siang hari! Pukul 11.12 WIB gempa M 3,1 tercatat sebagai yang terkuat, disusul 2 menit kemudian M 2,8. Lalu 12.21 WIB (M 2,2), 13.30 WIB (M 2,3), 14.30 WIB (M 2,2), 14.37 WIB (M 2,0), 15.50 WIB (M 1,8) hingga sore M 2,6 masih mengguncang.

BACA JUGA  Megawati Minta Semua Pihak Beri Perhatian Potensi Gempa Besar di Jakarta

Tiga gempa di antaranya dirasakan warga Pangalengan dengan intensitas III MMI. Getaran nyata di dalam rumah, seperti ada truk melintas.

Beruntung, hingga sore belum ada laporan bangunan rusak.

BMKG minta warga jangan panik tapi tetap waspada dan jangan percaya HOAX.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tak terpengaruh oleh isu yang tak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Lalu, terpenting hindari dari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa bumi,” imbaunya. (Kusuma/Mun)

TRENDING