NASIONAL
Basarnas Tegaskan Pencarian 5 Jurnalis Belum Berhenti
AKTUALITAS.ID – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menegaskan pencarian terhadap lima jurnalis dan dua kru kapal yang hilang di perairan Selat Sunda masih terus dilakukan. Meski operasi gabungan skala besar telah dihentikan, upaya pencarian tetap berlangsung melalui mekanisme operasi rutin yang dijalankan kantor-kantor SAR terkait.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menepis anggapan bahwa penghentian operasi gabungan pada 17 September lalu berarti berakhirnya pencarian terhadap para korban.
Menurutnya, keputusan yang diambil dalam rapat evaluasi hanya mengubah pola operasi dari pencarian gabungan menjadi operasi rutin karena efektivitas pencarian dinilai telah menurun.
“Nah, pada saat sudah hasil rapat terus diputuskan bahwa operasi bukan ditutup, tapi dialihkan ke operasi rutin,” kata Syafii di Grand Hotel De Djokja, Yogyakarta, Selasa (29/9/2026).
Sebelumnya, operasi gabungan melibatkan Kantor SAR Banten dan Kantor SAR Lampung bersama berbagai unsur potensi SAR nasional di bawah koordinasi Search Mission Coordinator (SMC). Kepala Kantor SAR Banten ditunjuk memimpin operasi tersebut.
Namun setelah fase operasi gabungan dianggap tidak lagi efektif, pelaksanaan pencarian dikembalikan kepada masing-masing kantor SAR yang berada di wilayah terkait.
Syafii menegaskan bahwa meski status operasi berubah, pencarian terhadap para korban tetap dilakukan secara berkesinambungan.
“Masing-masing kantor SAR melaksanakan operasi 24 jam sepanjang masa,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjawab kekhawatiran keluarga korban dan masyarakat terkait nasib lima jurnalis serta dua kru kapal yang hingga kini belum ditemukan.
Basarnas juga memastikan temuan jenazah kru KM Arupadatu bernama Surakman (60) di Pulau Enggano, Bengkulu, tidak menghentikan fokus pencarian terhadap korban lainnya. Jasad tersebut ditemukan pada 12 September dan berhasil teridentifikasi pada 23 September lalu.
Setelah penemuan itu, Kantor SAR Bengkulu terus mengintensifkan pencarian di sekitar wilayah Pulau Enggano yang diduga menjadi jalur hanyut korban.
Proses pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari warga pesisir, nelayan setempat, aparat TNI, hingga Polri. Seluruh elemen diminta segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
“Pada saat itu sebenarnya Kantor SAR Bengkulu memfokuskan terhadap pencarian yang ada di sana dengan melibatkan seluruh warga, baik itu yang ada di pesisir pantai, TNI, Polri, untuk bisa memberikan informasi kalau ada tanda-tanda ditemukan korban. Sampai sekarang memang belum ada perkembangan lanjutan,” ujar Syafii.
Hingga kini pencarian masih berlangsung di sejumlah titik yang dianggap berpotensi menjadi lokasi keberadaan korban. Namun Basarnas mengakui belum ada temuan baru yang dapat mengungkap keberadaan lima jurnalis dan satu kru kapal lainnya yang masih dinyatakan hilang.
Kasus hilangnya rombongan jurnalis di Selat Sunda ini terus menjadi perhatian publik. Keluarga korban masih menaruh harapan besar agar pencarian yang dilakukan secara rutin oleh berbagai kantor SAR dapat membuahkan hasil dan memberikan kepastian atas nasib orang-orang yang mereka cintai. (Andrey/Mun)
-
RAGAM29/09/2026 21:30 WIBFestival Generasi Cerdas 2026 Tampilkan Karya dan Prestasi Sekolah Binaan Astra
-
NASIONAL30/09/2026 06:00 WIBAgun Desak Ombudsman Tindak Lanjut Temuan Lapas Cibinong
-
NUSANTARA30/09/2026 07:30 WIBHIV/AIDS di Lebak Tembus 85 Orang
-
DUNIA29/09/2026 21:00 WIBTrump Ketuk Pintu Iran, Teheran Ogah Buka
-
NUSANTARA30/09/2026 08:30 WIBKobaran Api Mengganas Dekati Pusat Latihan Gajah Way Kambas
-
OASE30/09/2026 05:00 WIBSurah Al-Jinn Bongkar Pengakuan Kaum Jin
-
NUSANTARA29/09/2026 22:00 WIBIndonesia dan Tiga Negara Ajukan Tari Zapin sebagai Warisan Budaya UNESCO
-
NUSANTARA29/09/2026 23:00 WIBUSU Telusuri Dugaan Bullying Mahasiswi FIB yang Tewas

















