Connect with us

DUNIA

Iran Diduga Kirim Rp3,5 Triliun Tunai ke Hizbullah

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Dugaan aliran dana raksasa dari Iran kepada Hizbullah kembali menjadi sorotan internasional. Sebesar US$200 juta atau sekitar Rp3,5 triliun disebut telah dikirim kepada kelompok tersebut untuk membantu warga Lebanon yang terdampak perang berkepanjangan.

Informasi itu diungkap dua sumber yang mengetahui proses transfer dana tersebut. Menurut laporan Reuters, uang dikirim secara tunai pada bulan lalu di tengah ketatnya tekanan ekonomi dan sanksi yang membuat Iran kesulitan melakukan transaksi internasional.

Proses pengiriman dana itu disebut tidak mudah. Perantara yang membawa uang dilaporkan meminta komisi hingga 20 persen, jauh di atas tarif normal yang umumnya berkisar 5 persen. Tingginya biaya tersebut disebut mencerminkan besarnya risiko dalam mengurus transaksi yang melibatkan Iran dan Hizbullah.

Seorang pejabat Hizbullah membenarkan bahwa dana untuk membantu masyarakat Lebanon memang telah diamankan. Namun, ia tidak mengungkap secara rinci asal-usul uang tersebut.

Pejabat itu menyatakan rencana pendistribusian bantuan kepada warga akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan. Dana tersebut diharapkan dapat meringankan beban ratusan ribu warga yang mengungsi akibat konflik yang terus meluas.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran, misi tetap Iran di Jenewa, Kementerian Keuangan Amerika Serikat, serta pemerintah Lebanon belum memberikan tanggapan terkait laporan tersebut.

Kondisi Lebanon saat ini semakin berat setelah konflik berkepanjangan menyebabkan kerusakan luas dan gelombang pengungsian besar. Hizbullah sebelumnya juga menyatakan akan membantu kebutuhan para pengungsi melalui berbagai sumber daya dan sumbangan yang tersedia.

Meski demikian, tantangan rekonstruksi Lebanon dinilai sangat besar. Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam sebelumnya menyebut negaranya membutuhkan lebih dari US$27 miliar untuk membangun kembali berbagai wilayah yang terdampak perang sejak 2024.

Di sisi lain, isu pendanaan Iran terhadap kelompok-kelompok sekutunya di kawasan terus menjadi perdebatan. Kebijakan tersebut kerap memicu kritik di dalam negeri karena dilakukan ketika ekonomi Iran sendiri masih menghadapi tekanan dan krisis yang berkepanjangan.

Dengan nilai mencapai Rp3,5 triliun, dugaan transfer dana ini kembali menyorot hubungan erat Iran dan Hizbullah serta menambah perhatian dunia terhadap dinamika konflik yang terus memanaskan kawasan Timur Tengah. (Mun)

Continue Reading

TRENDING