DUNIA
Trump Tuding Houthi Mainkan Harga Minyak Jelang Pemilu AS
AKTUALITAS.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan tudingan keras terhadap kelompok Houthi di Yaman. Trump menilai serangan yang menyasar infrastruktur Arab Saudi bukan sekadar aksi militer biasa, melainkan bagian dari upaya untuk mendorong kenaikan harga minyak dunia menjelang pemilihan umum sela (midterm elections) di Amerika Serikat.
Dalam pernyataannya di media sosial Truth Social, Trump menuduh Houthi kembali aktif setelah lama tidak melakukan serangan besar dan menyebut kelompok tersebut kemungkinan bergerak atas pengaruh Iran.
Menurut Trump, serangan yang diarahkan ke sektor energi Arab Saudi memiliki tujuan strategis untuk mengguncang pasar energi global dan memberi tekanan terhadap ekonomi Amerika Serikat menjelang pesta demokrasi nasional.
“Mereka sudah lama diam, namun kini muncul kembali kemungkinan atas perintah Iran, menyerang Arab Saudi dan sengaja berusaha mendongkrak harga minyak, mungkin menjelang pemilu AS,” tulis Trump.
Pernyataan tersebut memperlihatkan meningkatnya ketegangan politik dan keamanan di Timur Tengah yang dalam beberapa bulan terakhir terus menjadi perhatian dunia.
Trump juga menegaskan dirinya tidak akan melupakan serangan Houthi terhadap Arab Saudi. Bahkan, ia memberi sinyal bahwa Amerika Serikat dapat mengambil langkah yang lebih keras setelah pemilu sela selesai digelar.
“Harus ada yang menjelaskan kepada mereka bahwa saya tidak sedang mencalonkan diri dalam pemilu. Saya sudah menang, dengan kemenangan telak yang luar biasa, tetapi saya akan tetap ada setelah pemilu dan saya tidak akan pernah melupakannya,” ujar Trump.
Pernyataan itu ditafsirkan banyak pihak sebagai peringatan bahwa Washington masih membuka kemungkinan peningkatan tekanan militer terhadap kelompok Houthi maupun pihak-pihak yang dianggap mendukung mereka.
Ketegangan kawasan sendiri telah berdampak langsung terhadap pasar energi dunia. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, Iran, dan kelompok-kelompok bersenjata sekutunya telah memicu ketidakpastian terhadap pasokan energi global.
Lonjakan harga minyak kemudian berimbas pada meningkatnya biaya hidup di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat. Kondisi tersebut menjadi salah satu isu yang dipantau ketat menjelang pemilu sela yang akan menentukan peta kekuatan politik di Kongres AS.
Situasi ekonomi akibat naiknya harga energi dinilai menjadi tantangan bagi Partai Republik yang dipimpin Trump dalam mempertahankan dominasinya di DPR dan Senat. Di sisi lain, Partai Demokrat berharap isu biaya hidup dan konflik luar negeri dapat menggerus dukungan terhadap pemerintahan Trump.
Sejumlah survei opini publik yang dikutip media internasional bahkan menunjukkan banyak pemilih Amerika mempertanyakan keterlibatan negaranya dalam konflik dengan Iran. Namun Trump berulang kali menolak hasil survei yang dianggap tidak menguntungkan dirinya.
Presiden AS itu lebih memilih menjadikan besarnya massa pendukung yang hadir dalam berbagai rapat umum politik sebagai ukuran tingkat dukungan publik terhadap kebijakan yang dijalankannya.
Di tengah memanasnya retorika politik tersebut, perkembangan konflik di Timur Tengah kini tidak hanya menjadi isu keamanan kawasan, tetapi juga berpotensi mempengaruhi dinamika harga energi global, stabilitas ekonomi dunia, dan arah pertarungan politik di Amerika Serikat menjelang pemilu sela mendatang (Mun)
-
Berita14/10/2026 21:00 WIBKementerian PKP dan Bappenas Sinkronkan Target Perumahan 2025–2029
-
EKBIS14/10/2026 15:30 WIBHashim Ungkap Rencana HP dan Rekening Digital Gratis
-
NUSANTARA15/10/2026 07:30 WIBKabut Asap Makin Parah! Sekolah di Balikpapan Ditutup 3 Hari
-
NUSANTARA14/10/2026 22:00 WIBKapuas Perpanjang Status Karhutla Dua Pekan
-
EKBIS15/10/2026 10:30 WIBRupiah Makin Loyo, Dolar AS Dekati Rp18.000
-
POLITIK14/10/2026 20:00 WIBPKS: Wajar Jika Publik Menuntut Kejelasan soal Gibran
-
NASIONAL15/10/2026 10:00 WIB“Bercerai Kawin Lagi!” Candaan Gubernur Kalteng Soal Karhutla Bikin DPR Murka
-
NASIONAL15/10/2026 07:00 WIBSahroni Minta MUI Tak Ikut Campur Konser Andrea Bocelli di Borobudur

















