NASIONAL
Prabowo Tanya Keadilan Perlakuan, Jokowi Singgung Hoaks Ratna Sarumpaet
Hukum ada mekanismenya
AKTUALITAS.ID –  Calon Presiden (capres) nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menyinggung kasus hoaks Ratna Sarumpaet dalam Debat Pilpres putaran pertama, Kamis (17/1/2019).
Hal ini dikatakannya saat menanggapi pertanyaan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang mempertanyakan keadilan hukum di masa pemerintahan Jokowi.
Prabowo awalnya mencontohkan tentang kepala daerah yang berdeklarasi mendukung paslon nomor urut 01 tapi tidak ditangkap. Sementara, kepala daerah yang mendukung paslon 02 malah ditangkap.
“Itu tidak adil, karena menyampaikan pendapat itu dilindungi,” kata Prabowo.
Menanggapi pernyataan ini, Jokowi lantas meminta Prabowo untuk tidak asal tuduh. Pasalnya, kata Jokowi, setiap masalah hukum ada mekanismenya tersendiri.
“Ya jangan menuduh seperti itu Pak Prabowo. Karena kita ini adalah negara hukum ada mekanisme hukum yang kita lakukan,” ucap Jokowi.
Jokowi juga mengatakan bahwa jika mendapatkan kasus semacam itu, dipersilahkan untuk melapor jika ada bukti.
Jokowi pun menyindir kasus hoaks penganiayaan yang pernah menimpa Ratna Sarumpaet, salah satu juru kampanye Prabowo saat itu.
“Kalau ada bukti sampaikan saja ke aparat, jangan grasa-grusu. Misalnya jurkam Pak Prabowo katanya dianiaya, babak belur ternyata operasi plastik,” katanya.
-
JABODETABEK18/06/2026 19:30 WIBSetneg Buka Peluang Rekrut Kembali Eks Karyawan Hotel Sultan
-
EKBIS18/06/2026 19:00 WIBIndonesia Raja Komoditas, Tapi Harga Masih Ditentukan Bursa Luar Negeri
-
EKBIS18/06/2026 16:00 WIBPrabowo Panggil Bos Himbara ke Istana
-
JABODETABEK18/06/2026 18:30 WIBNegara Ambil Alih Pengelolaan Hotel Sultan untuk Kepentingan Publik
-
NASIONAL18/06/2026 17:00 WIBKPK Dalami Dugaan Pengaturan Lelang Proyek Kereta di Kemenhub
-
NASIONAL18/06/2026 16:35 WIBDPR Setujui Tambahan Anggaran Kemensos Rp22,49 Triliun
-
RIAU18/06/2026 23:11 WIBBakar Lahan 180 Hektare, Seorang Pria di Bengkalis Ditangkap
-
RAGAM18/06/2026 17:30 WIBBRI Jazz Gunung 2026 Hadirkan Isyana Sarasvati hingga Indra Lesmana

















