Connect with us

NUSANTARA

Kebakaran di Lereng Gunung Agung Hanguskan 18 Hektare Hutan

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Lereng Gunung Agung, Bali, membara. Sedikitnya 18 hektar kawasan hutan lindung di Dusun Kedampal, Desa Datah, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, hangus dilalap si jago merah sejak Sabtu (24/10/2026) siang.

Setelah berhari-hari terbakar, Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, I Made Aditya Sugiharta, akhirnya membawa kabar lega. Pada Rabu (28/10/2026), titik api dipastikan telah mati sepenuhnya.

“Untuk saat ini sudah padam. Total keseluruhan area hutan lindung Gunung Agung yang terbakar mencapai 18 hektar,” tegas Aditya.

Amukan api ini menelan kerugian ekologis yang tak main-main. Hamparan vegetasi hutan alam berharga, mulai dari pohon sonokeling, cemara, hingga semak belukar dan padang ilalang, ludes tak tersisa menjadi arang.

BACA JUGA  Mulai 9 Januari, Turis Domestik Wajib Kantongi Hasil PCR Negatif selama di Bali

Medan yang ekstrem rupanya menjadi momok utama bagi tim pemadam. Saat api pertama kali pecah, warga setempat bersama Bhabinkamtibmas dan aparat hanya mampu bertarung memadamkan kobaran di lereng bagian bawah. Sementara itu, titik api yang berada di area atas terpaksa dibiarkan berkobar karena tebing terjal dan ketiadaan akses.

“Untuk titik api yang di atas, saat itu tidak bisa dijangkau. Tim gabungan kemudian hanya melakukan pemantauan ketat dari lokasi yang sudah ditentukan,” jelas Aditya.

Beruntung, meski kobaran api melahap lahan yang sangat luas, radius kebakaran dipastikan masih jauh dari jangkauan permukiman penduduk.

Hingga saat ini, aparat gabungan yang terdiri dari KRPH Abang, Polsek Abang, hingga Kelompok Tani Hutan (KTH) setempat masih bersiaga dan melakukan patroli kawasan untuk mencegah titik api kembali menyala. Sementara itu, total kerugian materiel akibat bencana lingkungan di gunung suci umat Hindu Bali ini masih belum bisa ditaksir. (Irawan/Mun)

BACA JUGA  Optimis Jual Minuman di Bandara Ngurah Rai, Pria Ini Malah Rugi Miliaran Karena AP Belum Bayar PBB

TRENDING