Berita
10 Pasien dalam Pengawasan Corona di RS Persahabatan
AKTUALITAS.ID – Direktur Utama RSUP Persahabatan Rita Rogayah mengatakan, sepuluh pasien dalam pengawasan terkait virus corona yang dirawat di rumah sakit tersebut, masih menunggu hasil pemeriksaan dari laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes). “Masuknya kan bertahap jadi hasilnya tidak keluar secara bersamaan. Hasilnya mungkin juga akan bertahap. Tapi kita menunggu hasilnya besok,” ujarnya kepada […]
AKTUALITAS.ID – Direktur Utama RSUP Persahabatan Rita Rogayah mengatakan, sepuluh pasien dalam pengawasan terkait virus corona yang dirawat di rumah sakit tersebut, masih menunggu hasil pemeriksaan dari laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes).
“Masuknya kan bertahap jadi hasilnya tidak keluar secara bersamaan. Hasilnya mungkin juga akan bertahap. Tapi kita menunggu hasilnya besok,” ujarnya kepada wartawan Kamis, (5/3/2020).
Pengiriman sampel ke Litbangkes dilakukan dua kali. “Pengiriman sampel dilakukan selama dua hari berturut-turut, setelah itu pasien dilakukan penanganan seperti pasien umumnya sesuai keluhan. Bedanya mereka diisolasi secara ketat,” ujar Rita.
Jika hasilnya negatif, pasien akan dipindahkan ke ruang rawat inap biasa dalam 1×24 jam. Jika hasilnya positif, RSUP Persahabatan sudah siap untuk melakukan penanganan selanjutnya. “Jika positif kita siap karena ruang isolasi kita sudah sesuai standar WHO, jadi tidak akan ada tenaga medis yang akan dirumahkan jika hasil pasien dalam pengawasan positif,” kata Rita.
Adapun gejala yang ditunjukkan pasien dalam pengawasan di RSUP Persahabatan, yaitu demam tinggi, batuk, ada yang sesak, serta pada hasil rontgen ada kelainan di saluran pernafasannya. “Hasil rontgen untuk ditetapkan pasien dalam pengawasan menunjukan ada kelainan di saluran pernafasannya dan ada gejala-gejala awalnya seperti demam tinggi, batuk dan sesak nafas,” ujar Rita.
Saat ditanya perbedaan gejala awal virus corona dengan flu biasa, Rita menjelaskan, perbedaannya terletak pada hasil rontgen. “Jika ada kelainan di saluran pernafasannya orang tersebut akan dimasukkan ke dalam kategori pasien dalam pengawasan, tetapi jika tidak ada kelainan ia akan dimasukkan ke dalam kategori orang dalam pantauan,” katanya.
Ia mengingatkan kepada masyarakat, tidak semua demam akan dilakukan pemeriksaan atau gejala corona. “Tidak semua demam akan diperiksa,” ujar Rita.
-
NASIONAL10/06/2026 17:38 WIB5 Pegawai BPK Terjaring OTT KPK
-
NASIONAL10/06/2026 16:30 WIBLuhut: Bansos akan Diubah Jadi Transfer Tunai Langsung Rp5,4 Juta per Penerima
-
NASIONAL10/06/2026 14:00 WIBPengamat SDI: Iklim Investasi Harus Diperbaiki Jika Ingin Rupiah Kuat
-
NASIONAL10/06/2026 11:00 WIBTNI Tegaskan Kesiapan di Tengah Isu Aksi Massa
-
NASIONAL10/06/2026 20:00 WIBDPR Minta Rekrutmen Manajer Koperasi Merah Putih Dilakukan Ketat
-
POLITIK10/06/2026 17:30 WIBPilpres 2029 Diprediksi Head to Head Prabowo versus Anies
-
NASIONAL10/06/2026 20:47 WIBKLH Gelar Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dan Envirotech di JICC
-
NASIONAL10/06/2026 18:29 WIBEks Wakil Kepala BGN Sebut 26 Nama Diduga Terlibat Korupsi Program MBG
















