Berita
Parlemen Irak Setujui Perdana Menteri dan Kabinet Parsial
Perdana Menteri Irak Mustafa Kadhemi secara resmi mulai menjabat Kamis (7/5) pagi waktu setempat, setelah parlemen menyetujui kabinet parsial untuk mengambil kendali di tengah krisis fiskal dan pandemi kesehatan. Sebanyak 255 dari 329 anggota parlemen mengambil bagian dalam pemungutan suara pada sehari sebelumnya yang dijadwalkan berlangsung pada jam 21.00 malam, tetapi baru resmi dimulai setelah […]
Perdana Menteri Irak Mustafa Kadhemi secara resmi mulai menjabat Kamis (7/5) pagi waktu setempat, setelah parlemen menyetujui kabinet parsial untuk mengambil kendali di tengah krisis fiskal dan pandemi kesehatan.
Sebanyak 255 dari 329 anggota parlemen mengambil bagian dalam pemungutan suara pada sehari sebelumnya yang dijadwalkan berlangsung pada jam 21.00 malam, tetapi baru resmi dimulai setelah tengah malam setelah perubahan menit-menit terakhir untuk menenangkan partai-partai politik.
Mereka menyetujui 15 menteri dari rencana awal 22 menteri, dengan saat ini kursi tujuh menteri masih kosong.
Di antara nama-nama yang disahkan memiliki “portofolio yang sensitif”, termasuk menteri keuangan, dalam negeri, pertahanan, kesehatan, listrik dan lainnya.
Kepala staf angkatan darat Othman al-Ghanemi akan menjadi Menteri Dalam Negeri dan mantan pelatih tim sepak bola nasional Adnan Dirjal disahkan sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga.
Ali Allawi, mantan menteri dan profesor universitas, akan mengambil alih sebagai Menteri Keuangan.
Parlemen menolak nominasi menteri dari Kadhemi untuk perdagangan, budaya, hukum, pertanian dan imigrasi, dan menolak pejabat untuk urusan minyak dan pos urusan luar negeri, dengan menunda pemilihan pada sesi lain.
Kadhemi dicalonkan pada April, beberapa bulan setelah pendahulunya Adel Abdel Mahdi mengundurkan diri – itu pertama kali perdana menteri mengundurkan diri sebelum akhir masa jabatannya sejak invasi pimpinan Amerika Serikat pada tahun 2003.
Pemerintah baru akan mengadakan pemilihan umum lebih awal, tetapi Kadhemi mengakui akan menghadapi serangkaian tantangan lain: menavigasi krisis ekonomi yang dipicu oleh jatuhnya harga minyak dan pandemi virus corona yang mematikan.
“Saya merasa terhormat untuk membantu pembentukan pemerintah selama periode transisi dan menghadapi krisis terbaru yang kondisinya sangat buruk sejak penggulingan rezim otoriter pada tahun 2003,” katanya di hadapan anggota parlemen semalam.
-
RIAU06/08/2026 18:15 WIBMerawat Pesisir di Rupat, Ekspedisi Merah Putih Polda Riau Bantu Nelayan dan Tanam 1.000 Mangrove
-
POLITIK06/08/2026 17:00 WIBMardani Nilai Oposisi dan Koalisi Sama-Sama Terhormat
-
NUSANTARA06/08/2026 13:30 WIBOknum Polisi Bunuh Lansia Usai Pinjaman Rp50 Juta Ditolak
-
NASIONAL06/08/2026 14:00 WIBSETARA Desak Prabowo Copot Kasus Febrie dari Kejagung
-
NUSANTARA06/08/2026 12:30 WIBDua Pendaki Tewas di Tebing Curam Gunung Piramid
-
EKBIS06/08/2026 20:00 WIBAirlangga Pastikan Pertalite Tak Naik hingga Akhir 2026
-
DUNIA06/08/2026 21:00 WIBRudal Rusia Tewaskan Belasan Orang di Kyiv
-
POLITIK06/08/2026 16:00 WIBPengamat Politik: Pilpres 2029 Diprediksi Dikuasai Kepala Daerah

















