Berita
Politisi Demokrat Berharap Masyarakat Hentikan Membuly Ibu Megawati
AKTUALITAS.ID – Politisi Partai Demokrat Andi Arief, berharap masyarakat membangun budaya menghormati presiden terdahulu. Ia berharap agar bully an kepada Megawati Soekarnoputri soal statemen milineal dan perannya pada bangsa segera dihentikan. “Sebaiknya kita mulai membangun tradisi menghormati Presiden terdahulu. Hentikan membuly Ibu Megawati soal statemen Milineal dan peran pada bangsa ini. Tidak mungkin ada niat […]
AKTUALITAS.ID – Politisi Partai Demokrat Andi Arief, berharap masyarakat membangun budaya menghormati presiden terdahulu. Ia berharap agar bully an kepada Megawati Soekarnoputri soal statemen milineal dan perannya pada bangsa segera dihentikan.
“Sebaiknya kita mulai membangun tradisi menghormati Presiden terdahulu. Hentikan membuly Ibu Megawati soal statemen Milineal dan peran pada bangsa ini. Tidak mungkin ada niat buruk dari statemen itu,” tulis Andi di akun Twitternya, Sabtu (31/10/2020).
Sebelumnya, mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri mempertanyakan sumbangsih generasi milenial untuk Indonesia.
Pertanyaan tersebut ia lontarkan saat meresmikan kantor Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Rabu, 28 Oktober 2020.
-
FOTO10/07/2026 13:45 WIBFOTO: Eks Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono Ditahan KPK Terkait Gratifikasi
-
NASIONAL10/07/2026 18:47 WIBMahfud MD soal “Setan Ketemu Setan” dan Saling Bongkar Korupsi Viral Lagi
-
DUNIA10/07/2026 12:00 WIBIran Klaim Serang Target AS di Empat Negara Arab
-
NASIONAL10/07/2026 18:29 WIBIstana Buka Suara soal Penggeledahan Polri, Publik Diminta Hormati Proses Hukum
-
NASIONAL10/07/2026 16:34 WIBKortas Tipikor Geledah Sejumlah Lokasi Kasus Batu Bara, Video Lama Idrus Marham soal “Bongkar-bongkaran Hukum” Kembali Viral
-
NUSANTARA10/07/2026 13:30 WIBUstaz Ponpes Jadi Tersangka Dugaan Perkosaan Santriwati
-
EKBIS10/07/2026 10:45 WIBRupiah Bangkit Usai Terjun Bebas
-
NASIONAL10/07/2026 16:00 WIBFebrie: Kejaksaan Ajak Publik Hormati Proses Hukum Polri dan Kedepankan Fakta

















