Berita
Soal Rekrutmen CPNS Guru 2021, PBNU: Jangan Hanya PPPK
AKTUALITAS.ID – Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif PBNU, Arifin Junaidi mempertanyakan kebijakan pemerintah yang hendak menghapus rekrutmen guru dari formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan hanya membuka rekrutmen sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). “Jangan hanya direkrut sebagai PPPK dong. Apa salahnya guru jadi PNS,” kata Arifin seperti dilansir dari NU Online, Selasa (5/1/2021). […]
AKTUALITAS.ID – Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif PBNU, Arifin Junaidi mempertanyakan kebijakan pemerintah yang hendak menghapus rekrutmen guru dari formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan hanya membuka rekrutmen sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Jangan hanya direkrut sebagai PPPK dong. Apa salahnya guru jadi PNS,” kata Arifin seperti dilansir dari NU Online, Selasa (5/1/2021).
Arifin menyebut saat ini Indonesia masih kekurangan 1,3 juta guru. Sementara pemerintah hanya akan mengangkat 1 juta PPPK dengan kontrak lima tahun kerja.
Arifin khawatir guru dengan status PPPK nantinya bisa diputus sewaktu-waktu. Dengan demikian, ia menilai permasalahan kekurangan guru tidak akan pernah bisa diatasi jika hal itu tetap dilakukan oleh pemerintah.
“Ini kan jelas ada kekurangan guru 1,3 juta guru. Nah, pemerintah akan mengangkat satu juta. Itu pun masih kurang 300 ribu. Tidak sebagai PNS. Itu berlakunya 5 tahun. Kalau terus menerus akan menjadi bom waktu. Lima tahun akan ada kekurangan lagi,” kata dia.
Selain itu, Arifin mengaku senang mendengar kabar bila guru berstatus PNS bisa diperbantukan ke sekolah swasta. Ia menjelaskan sekolah-sekolah di bawah naungan LP Ma’arif sendiri terdapat sekitar 13 ribu guru PNS.
Menurutnya, guru-guru yang diperbantukan ke sekolah atau madrasah swasta merupakan bentuk dukungan pemerintah kepada swasta yang membantu pemerintah menyelenggarakan pendidikan.
Meski demikian, ia menyatakan tidak akan tertampung bila guru PNS diangkat ke madrasah negeri. Pasalnya, jumlahnya hanya lima persen dari total keseluruhan madrasah, yakni sekitar 3.650.
Polemik wacana penutupan formasi guru dalam seleksi CPNS awalnya digulirkan oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana. Bima mengatakan nantinya seluruh penerimaan formasi guru hanya untuk formasi berstatus pegawai pemerintah untuk perjanjian kerja (PPPK).
Lalu, Bima mengklarifikasi ucapannya tersebut. Ia mengatakan pihaknya berencana membuka opsi lowongan CPNS untuk formasi guru namun secara terbatas. Hal itu menyusul kebijakan pemerintah pada 2021 yang berfokus pada perekrutan PPPK.
Sementara itu, Mendikbud Nadiem Makarim memastikan rekrutmen CPNS untuk formasi guru akan tetap ada. Meski demikian, ia mengatakan pada 2021 ini pemerintah hanya akan fokus merekrut satu juta guru berstatus PPPK guna memenuhi kebutuhan guru di banyak daerah.
-
POLITIK17/04/2026 16:02 WIBMegawati: Kader Tak Turun ke Rakyat Akan Dievaluasi
-
PAPUA TENGAH17/04/2026 07:30 WIBData Dapodik Tidak Akurat, Program Makan Bergizi di Mimika Terhambat
-
OASE17/04/2026 05:00 WIBHukum Memakai Celana Dalam Ihram
-
PAPUA TENGAH17/04/2026 06:00 WIBPerkuat Sinergi, Pemkab Mimika dan Keuskupan Timika Susun Peta Jalan Pendidikan Papua Tengah
-
JABODETABEK17/04/2026 16:30 WIBBanjir Rendam Jakarta Selatan dan Timur
-
NASIONAL17/04/2026 18:00 WIBKPK Bongkar Dugaan Pengaturan Lelang di Kemenhub
-
NUSANTARA17/04/2026 18:30 WIBTragis! Mayat Pria Ditemukan Penuh Luka Bacok di Kontrakan
-
NUSANTARA17/04/2026 06:30 WIBHelikopter Jatuh Ditemukan di Hutan Sekadau Kalbar

















