POLITIK
Pengamat Kritik Respons Teddy ke Dino Patti Djalal: Lebih Baik Jadi Ajudan
AKTUALITAS.ID – Pengamat Kebijakan Publik, Dr Hilmi Rahman Ibrahim, M.Si menilai respons terhadap kritik masyarakat, terutama dari figur senior yang memiliki pengalaman panjang di bidang diplomasi, semestinya dilakukan secara proporsional dan substantif. Pasalnya, langkah komunikasi politik di lingkungan Istana tersebut dinilai justru memperluas polemik di ruang publik.
Pernyataan Hilmi ini merupakan respons terhadap tanggapan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya terhadap kritik diplomat senior Dino Patti Djalal mengenai intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto.
“Jangan pula kritik-kritik yang disampaikan kemudian dibalas dengan respons yang tidak tepat. Misalnya respons Pak Teddy. Menurut saya, semakin banyak Pak Teddy berbicara, itu justru menunjukkan kualitas komunikasi politiknya dipertanyakan,” ujar Hilmi saat diwawancarai, Selasa (2/6/2026).
Hilmi menjelaskan, jabatan sekretaris kabinet bukan semata posisi administratif, melainkan memiliki fungsi vital dalam mengelola komunikasi strategis antara Presiden, kementerian, lembaga negara, hingga masyarakat luas. Karena itu, seorang Seskab dituntut memahami tata kelola pemerintahan yang mendalam sekaligus menjaga kewibawaan kepala negara.
Ia kemudian membandingkan kepemimpinan Teddy dengan para mantan Seskab terdahulu, seperti Sudi Silalahi, Dipo Alam, hingga Pramono Anung, yang dinilai matang dan mampu menjadi benteng komunikasi kepresidenan.
“Kalau melihat sejarah sekretaris kabinet sebelumnya, mereka mampu menjaga komunikasi dengan seluruh stakeholder yang ada, dan menjaga marwah Presiden. Mereka paham berada di mana posisinya. Mendekatkan diri dengan Presiden, tetapi menjaga jarak dengan kementerian lain agar tidak ada yang dijelekkan satu sama lain,” jelas Hilmy yang juga dosen pasca sarjana kebijakan publik Unas.
Melihat performa komunikasi politik Seskab saat ini yang dinilai kerap memicu sentimen negatif dari publik, Hilmi memberikan kritik keras terkait penempatan posisi tersebut. Menurutnya, fungsi Seskab membutuhkan kapasitas koordinasi negara yang jauh lebih luas ketimbang tugas pengawalan personal.
“Kalau saya melihat catatan perbandingan selama ini, maka kita bisa mengatakan inilah Seskab yang paling tidak punya mutu. Jauh banget lah (dibanding sebelumnya). Kalau saya, Pak Teddy lebih baik cukup menjadi ajudan Pak Prabowo saja, tidak berfungsi sebagai Sekretaris Kabinet,” tegas Hilmi.
Lebih lanjut, Hilmi mengingatkan kualitas komunikasi politik di lingkar dalam Istana secara langsung akan memengaruhi persepsi publik terhadap mutu pemerintahan Presiden Prabowo secara keseluruhan.
Sebelumnya, Teddy Indra Wijaya merespons kritik Dino Patti Djalal terkait intensitas perjalanan luar negeri Presiden Prabowo. Dalam tanggapannya, Teddy membela kebijakan diplomasi luar negeri tersebut dan menyentil masa jabatan Dino sebagai Wakil Menteri Luar Negeri terdahulu yang hanya berlangsung singkat sekitar tiga bulan. (kbh)
-
RIAU17/07/2026 13:30 WIB15 Ribu Hektare Lahan di Riau Hangus Dilalap Api
-
RIAU17/07/2026 15:05 WIBPolisi Bongkar Tambang Emas Ilegal di Pelalawan, Lima Pelaku Diamankan
-
JABODETABEK17/07/2026 07:30 WIBJakarta Siaga, 4.132 Personel Amankan Gelombang Aksi Mahasiswa
-
NASIONAL17/07/2026 09:00 WIBKPK Telusuri Motif Amplop ke Menhut Raja Juli
-
NUSANTARA17/07/2026 08:30 WIBGara-Gara Korek Api, Dua Rumah di Parepare Ludes Terbakar
-
NASIONAL17/07/2026 07:00 WIBTNI Selidiki Penyebab Ledakan Gudang Munisi di Madiun
-
POLITIK17/07/2026 10:00 WIBDituding Dalangi Rusuh Agustus, PDIP Ngamuk
-
EKBIS17/07/2026 09:30 WIBIHSG Dibuka Turun Tipis ke 6.101

















