Berita
Yordania Sebut Israel Halangi Azan di Masjid Al Aqsa dengan Sabotase Menara
Pemerintah Yordania selaku pengawas Masjid Al Aqsa menyatakan bahwa Israel berupaya menghalangi azan di masjid tersebut dengan menyabotase akses menuju menara dan memutus aliran listrik untuk pengeras suara. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Yordania, Daifallah Al-Fayez, mengatakan bahwa insiden ini bermula ketika Israel meminta petugas wakaf untuk mematikan pengeras suara pada hari pertama Bulan Ramadan. […]
Pemerintah Yordania selaku pengawas Masjid Al Aqsa menyatakan bahwa Israel berupaya menghalangi azan di masjid tersebut dengan menyabotase akses menuju menara dan memutus aliran listrik untuk pengeras suara.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Yordania, Daifallah Al-Fayez, mengatakan bahwa insiden ini bermula ketika Israel meminta petugas wakaf untuk mematikan pengeras suara pada hari pertama Bulan Ramadan.
Israel ingin kondisi tenang ketika tentara-tentara baru mereka berdoa di Tembok Buraq atau yang dikenal dengan nama Tembok Ratapan. Namun, petugas wakaf menolak sehingga polisi Israel bertindak.
“[Pasukan Israel] memaksa masuk ke menara Masjid Al Aqsa setelah membuka kunci pintu dengan peralatan khusus, kemudian memotong kabel di menara utama masjid,” ujar seorang pengelola Temple Mount di kompleks Masjid Al Aqsa, Sheikh Omar al-Kiswani, kepada Times of Israel.
Daifallah Al-Fayez menganggap tindakan Israel ini sebagai provokasi terhadap Muslim di seluruh dunia. Ia juga menganggap Israel melanggar hukum internasional dan status quo Masjid Al Aqsa.
Ia menegaskan bahwa Masjid Al Aqsa merupakan situs suci Islam yang “murni” dan Departemen Wakaf Yerusalem merupakan satu-satunya pihak yang diberi kewenangan untuk mengawasi semua operasi di dalam masjid itu.
Seorang sumber dari Dewan Wakaf Yerusalem mengatakan kepada Arab News bahwa ini merupakan kali pertama Israel berani melakukan sabotase seperti itu.
“Ini merupakan kali pertama sejak 1967, Israel menyabotase kunci pintu untuk memasuki menara dan memutus aliran listrik untuk pengeras suara. Mereka juga mengejar petugas wakaf yang menolak memenuhi permintaan mereka,” ujar sumber itu.
Tak hanya Yordania, kecaman juga datang dari Presiden Koalisi Kristen Nasional di Tanah Suci, Dimitri Diliani. Menurutnya, insiden ini merupakan upaya Israel untuk melumpuhkan kebebasan beragama.
“Lebih jauh, ini juga menunjukkan kebijakan berbau rasial dari Israel yang tak bisa menerima siapa pun yang bukan Yahudi,” katanya.
Anggota komite eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Ahmad Tamimi, pun mendesak komunitas internasional untuk bertindak demi mengakhiri pelanggaran-pelanggaran Israel di situs-situs suci di Yerusalem.
-
NASIONAL29/09/2026 20:00 WIBGercep! Kemensos Selamatkan Bocah 12 Tahun Tak Sekolah
-
NASIONAL29/09/2026 19:00 WIBDPR Desak Napi Lapas Mewah Dikirim ke Nusakambangan
-
RAGAM29/09/2026 21:30 WIBFestival Generasi Cerdas 2026 Tampilkan Karya dan Prestasi Sekolah Binaan Astra
-
POLITIK29/09/2026 16:00 WIBBelum 2029, Golkar Sudah Pasang Kuda-Kuda Kemenangan
-
NASIONAL29/09/2026 17:00 WIBOmbudsman Bongkar Dugaan Pungli Rp150 Ribu di Lapas Cibinong
-
DUNIA29/09/2026 18:00 WIBGelombang Demo Siswa Menjalar ke Berbagai Kota Prancis
-
DUNIA29/09/2026 21:00 WIBTrump Ketuk Pintu Iran, Teheran Ogah Buka
-
NUSANTARA30/09/2026 07:30 WIBHIV/AIDS di Lebak Tembus 85 Orang

















