Berita
Idrus Bantah Bicarakan Fee ke Sofyan Basir
AKTUALITAS.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Menteri Sosial Idrus Marham. Idrus diperiksa untuk membongkar perannya terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 di Provinsi Riau yang menjerat Direktur Utama nonaktif PT PLN Sofyan Basir. “Hari ini kami dalami apa yang ia ketahui tentang kesepakatan-kesepakatan awal dalam kontrak kerja sama PLTU Riau-1 ini. […]
AKTUALITAS.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Menteri Sosial Idrus Marham. Idrus diperiksa untuk membongkar perannya terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 di Provinsi Riau yang menjerat Direktur Utama nonaktif PT PLN Sofyan Basir.
“Hari ini kami dalami apa yang ia ketahui tentang kesepakatan-kesepakatan awal dalam kontrak kerja sama PLTU Riau-1 ini. Karena Idrus juga punya peran yang lain di mana peran-peran tersebut juga sudah kami uraikan di perkara yang bersangkutan di Pengadilan Tipikor,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah saat memberikan keterangan kepada awak media di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, (15/5/2019).
Usai diperiksa, Idrus sedikit menjelaskan kepada awak media mengenai materi pemeriksaan terhadap dirinya.
“Jadi saya selaku saksi, terhadap Pak Sofyan Basir tentu saya menyampaikan apa yang saya ketahui apa yang saya alami,” kata Idrus.
Dalam pertemuan tersebut, lanjut Idrus, dia sama sekali tidak membahas mengenai proyek PLTU Riau-1. Melainkan membicarakan masalah politik, kebangsaan dan keumatan, serta beberapa program Kementerian Sosial di daerah perbatasan.
“Ya saya jelaskan apa adanya. Bahwa saya ketika ketemu dengan Pak Sofyan itu adalah bicara masalah politik, masalah kehidupan kebangsaan, bicara tentang keumatan dan tentang program kementerian sosial di daerah perbatasan 41 kabupaten, kota dan juga CSR pemuda masjid,” paparnya.
Idrus membantah jika dirinya tidak membahas soal fee terkait proyek tersebut.
“Enggak, sama sekali saya tidak bicara,” pungkasnya.
Seperti yang kita ketahui, Idrus sebelumnya divonis 3 tahun penjara dan harus membayar denda sebanyak Rp 150 juta subsider 2 bulan kurungan.
Idrus dinyatakan bersalah karena telah menerima suap Rp 2,25 miliar dari pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd terkait proyek PLTU Riau-1.
Hakim menyatakan, Idrus bersalah dan telah melanggar Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Hakim mengatakan, Idrus menerima uang itu bersama-sama dengan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih karena membantu Kotjo mendapatkan proyek di PLN. [Yogo]
-
POLITIK28/01/2026 11:00 WIBDPP Prima: Ambang Batas 0 Persen Wujud Nyata Demokrasi Pancasila
-
EKBIS28/01/2026 09:30 WIBIHSG Jatuh 6,8% Setelah MSCI Bekukan Kenaikan Bobot Saham Indonesia
-
OTOTEK28/01/2026 10:57 WIBBengkel AC Mobil Tangerang Jadi Rujukan Service AC Mobil Innova di Tangerang, Ahli Tangani Sistem Double Blower
-
EKBIS28/01/2026 08:30 WIBHarga Pertamax Turun Hari Ini 28 Januari 2026 Ini Daftar Lengkapnya
-
NASIONAL28/01/2026 14:00 WIBPNS Wajib Tahu, KPK Terbitkan Perkom No 1 Tahun 2026 Tentang Perubahan Nilai Gratifikasi
-
DUNIA28/01/2026 08:00 WIBAS dan Israel Sepakati Serangan “Cepat dan Tegas” ke Iran
-
NASIONAL28/01/2026 07:00 WIBBeredar Video Prabowo Hanya Bicara Keamanan Israel, Ternyata Potongan Wawancara Lama PBB 2025
-
OASE28/01/2026 05:00 WIBEmpat Keutamaan Surat Ar-Ra’d yang Diriwayatkan dalam Hadis

















