Berita
Raja Malaysia Memilih Ismail Sabri Terpilih Jadi Perdana Menteri yang Baru
Partai politik Organsiasi Bangsa Melayu Bersatu (UMNO) Malaysia kembali berkuasa di Negeri Jiran setelah Raja Malaysia Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah memilih Ismail Sabri Yakoob untuk menjabat sebagai perdana menteri baru. Ismail sebelumnya adalah wakil perdana menteri Muhyiddin Yassin yang mengundurkan diri pada Senin lalu setelah hanya menjabat selama 18 bulan. Terpilihnya Ismail kembali memperkuat […]
Partai politik Organsiasi Bangsa Melayu Bersatu (UMNO) Malaysia kembali berkuasa di Negeri Jiran setelah Raja Malaysia Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah memilih Ismail Sabri Yakoob untuk menjabat sebagai perdana menteri baru.
Ismail sebelumnya adalah wakil perdana menteri Muhyiddin Yassin yang mengundurkan diri pada Senin lalu setelah hanya menjabat selama 18 bulan.
Terpilihnya Ismail kembali memperkuat aliansi Muhyiddin sekaligus mengembalikan kejayaan UMNO yang berkuasa di Malaysia sejak kemerdekaan dari Inggris pada 1957 setelah pada Pemilu 2018 partai itu kalah akibat skandal keuangan jutaan dolar 1MDB.
Laman Aljazeera melaporkan, Jumat (21/8), Raja Abdullah mengatakan sebanyak 114 anggota parlemen mendukung nama Ismail sebagai perdana menteri, kemenangan tipis di parlemen. Abdullah menuturkan Ismail Sabri, 61 tahun, akan dilantik hari ini.
Pengumuman dari Raja ini disampaikan setelah Abdullah bertemu dengan perwakilan parlemen yang menyarankan penunjukan Ismail Sabri. Peran Raja di Malaysia sebetulnya hanya bersifat seremonial saja namun dia bisa memilih siapa pun sebagai perdana menteri yang meraih dukungan mayoritas di parlemen.
Sultan Abdullah dalam pernyataannya berharap pemilihan Ismail akan mengakhiri kekisruhan politik di Malaysia. Dia juga menyerukan agar anggota parlemen menyingkirkan perbedaan politik dan bersatu untuk menghadapi pandemi.
“Penunjukan Ismail sudah diduga sebelumnya. Dengan demikian UMNO kembali mengambil alih kekuasaan,” kata James Chin, pengamat Asia di Universitas Tasmania Australia.
Ismail yang meraih 114 suara di parlemen sudah cukup mengamankan suara mayoritas yang menimal meraup 111 suara.
Warga Malaysia yang kecewa dengan keputusan ini menggelar petisi daring untuk memprotes pencalonan Ismail sebelumnya. Sebanyak 340.000 tanda tangan menolak penunjukkan Ismail. Mereka meyakini pemilihan Ismail akan melanggengkan status quo dan kegagalan pemerintah menangani pandemi.
-
OPINI25/05/2026 17:29 WIBSengkon dan Karta Jadi Pengingat Bagi Para Penegak Hukum
-
PAPUA TENGAH25/05/2026 17:00 WIBRawan Pemerkosaan, Polisi Larang Warga Masuk Kawasan Kali Wania Mimika
-
NASIONAL25/05/2026 19:15 WIBKemnaker Bentuk Tim Khusus Tangani Konflik Buruh PT Epson
-
EKBIS25/05/2026 22:00 WIBPembangunan PLTA Batoq Kelo Berkapasitas 300 MW Resmi Dimulai
-
POLITIK25/05/2026 18:30 WIBJokowi Keliling Indonesia, Pengamat: Cek Ombak Politik dan Pulihkan Citra
-
RIAU25/05/2026 20:30 WIBPolice Go To School, Satlantas Inhu Tanamkan Tertib Lalu Lintas Sejak Dini
-
POLITIK25/05/2026 17:16 WIBKhawatir Elektabilitas Gibran di 2029, Ini Alasan Jokowi Ingin Keliling Indonesia
-
PAPUA TENGAH25/05/2026 23:00 WIBSatreskrim Mimika Olah TKP Perusakan Tembok Keuskupan, 4 Orang Dilaporkan

















