Berita
Polisi Bongkar Jaringan Narkoba di Universitas Pancasila
Tersangka atas nama Dimas ditangkap di ruang UKM Fakultas Teknik UP.
AKTUALITAS.ID – Jaringan peredaran narkoba jenis ganja di Universitas Pancasila, Jagakarsa, Jakarta Selatan, dibongkar polisi. Ada enam orang dicokok.
Mereka adalah Khoirul Anwar Nasution alias Pike (24), Ahmad Harahap (47), Juni Asrul Efendi (46), Muhamad Rizan Hasibuan (40), Febriansyah (24), dan Dimas Wahyu Wicaksono (24). Dalam kasus ini polisi menyita 80 kilogram daun ganja kering.
“Tersangka telah dibawa ke Polda Metro Jaya,” kata Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Ahmad Fanani saat dikonfirmasi wartawan, Jumat, (6/12).
Kejadian ini sendiri terjadi pada Selasa 3 Desember 2019 lalu. Semua berawal ketika polisi mencokok tersangka bernama Rizan di parkiran Masjid At Taqwa, Bekasi.
Singkat cerita polisi kemudian menangkap lima pelaku lain. Tersangka atas nama Dimas ditangkap di ruang UKM Fakultas Teknik UP. Sementara tersangka lainnya ditangkap di dua tempat berbeda lagi.
Selain menyita ganja, polisi menyita juga 11 unit telepon genggam, dan satu unit mobil Isuzu Panther berwarna hitam. Hingga kini polisi masih memburu seorang buron yang diduga kuat pemilik barang. Pria itu bernama Zul Rangkuti.
“Asal barang dari tersangka Zul Rangkuti. Saat ini, Zul masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO),” katanya.
-
NASIONAL28/08/2026 17:00 WIBKabur ke Singapura, Bos Planet Batam Yuwanky Akhirnya Dicokok Bareskrim
-
JABODETABEK28/08/2026 20:00 WIBAsyik Ngopi di Gang, Siswa SMA Diseret dan Dihajar Kelompok Diduga Ormas
-
POLITIK29/08/2026 10:00 WIBHaikal Hasan: Klarifikasi Budi Arie Tak Bisa Diterima
-
POLITIK28/08/2026 16:00 WIBNasaruddin Umar Bantah Isu Mundur Demi Rebut Kursi Ketua PBNU
-
NASIONAL28/08/2026 19:00 WIBEks KRI Ki Hajar Dewantara Dijual, DPR Minta Negara Jangan Rugi
-
RIAU28/08/2026 22:00 WIBPolisi Tangkap Pria Pembakar Lahan Sawit Gara-Gara Rokok
-
NUSANTARA28/08/2026 23:00 WIBKebakaran Gunung Arjuno Meluas
-
DUNIA29/08/2026 00:00 WIBRudal & Drone Iran Hancurkan Aset Intelijen AS

















