Berita
Tak Ada Aturan Detail, Arteria Dahlan Sebut RUU Cipta Kerja Cek Kosong
AKTUALITAS.ID – Anggota Panja RUU Cipta Kerja, Arteria Dahlan, mengkritik tak ada langkah konkret RUU Cipta Kerja demi mereformasi ekonomi Indonesia. Arteria melihat RUU tersebut cuma cek kosong karena tidak ada aturan detail yang menjabarkan langkah untuk perubahan iklim usaha dan ekonomi. Hal itu disampaikan dalam rapat dengar pendapat umum RUU Cipta Kerja dengan ahli. […]
AKTUALITAS.ID – Anggota Panja RUU Cipta Kerja, Arteria Dahlan, mengkritik tak ada langkah konkret RUU Cipta Kerja demi mereformasi ekonomi Indonesia. Arteria melihat RUU tersebut cuma cek kosong karena tidak ada aturan detail yang menjabarkan langkah untuk perubahan iklim usaha dan ekonomi.
Hal itu disampaikan dalam rapat dengar pendapat umum RUU Cipta Kerja dengan ahli. Arteria mempertanyakan maksud Kepala Desk Ekonomi CSIS Yose Rizal bahwa RUU tersebut dapat menjadi reformasi ekonomi.
“Seberapa penting dan pada bagian mana RUU ini merupakan suatu langkah yang tepat bagi perubahan iklim usaha dan ekonomi. Kalau saya lihat RUU ini cek kosong pak. Aturan detailnya enggak ada,” kata Arteria dalam rapat virtual, Senin (27/4).
“Kami juga harus pertanggungjawabkan kepada publik ini. Bahwa produknya betul-betul cermat dan jadi penyelesai masalah,” imbuh politikus PDIP itu.
Arteria juga mengatakan, dalam naskah akademik RUU seharusnya bertujuan agar Indonesia menjadi kekuatan lima besar ekonomi dunia.
Dia mengatakan, tak ada pula hubungan RUU tersebut dengan krisis akibat Covid-19. Karena itu, dia tak melihat ada upaya RUU Cipta Kerja untuk keluar dari krisis tersebut. Dia mempertanyakan, apakah cara keluar dari krisis itu melalui investasi.
“Sekarang langkah apa di RUU yang sudah bisa dihadirkan sehingga kita mau ini bisa dapat, saya belum ketemu,” kata dia.
-
RIAU16/07/2026 12:30 WIBBupati Kasmarni Dukung RSUD Mandau Naik Kelas
-
EKBIS16/07/2026 11:30 WIBHarga Minyak Dunia Naik 4 Hari Beruntun
-
POLITIK16/07/2026 10:00 WIBGus Ipul Tegaskan Istana Tak Ikut Campur Muktamar NU
-
POLITIK16/07/2026 14:00 WIBAria Bima: Kuota 30 Persen Perempuan Jadi PR Besar Parpol
-
POLITIK16/07/2026 09:00 WIBKIPP Desak MK Evaluasi Putusan Pemisahan Pemilu
-
NASIONAL16/07/2026 11:00 WIBMasa Tunggu Haji Dipangkas Jadi 26 Tahun
-
NASIONAL16/07/2026 07:30 WIBKebakaran Hutan Mojokerto Kian Mengkhawatirkan
-
POLITIK16/07/2026 13:38 WIBKritik Standar Ganda DKPP, JPPR Desak Tio Aliansyah Dinonaktifkan Sementara

















