Berita
Di Tengah Pandemi Corona, Jumlah Orang Kaya di China Justru Bertambah
China terus menambah jumlah orang kaya atau miliuner di negaranya selama masa pandemi virus corona (Covid-19) ini. Terbaru datang dari situs streaming asal China Bililbili, di mana salah seorang daftar pimpinannya telah masuk ke dalam daftar miliuner dunia. Itu terjadi lantaran perusahaan yang terdaftar di perdagangan Nasdaq tersebut menyentuh rekor pendapatan finansial pada kuartal pertama […]
China terus menambah jumlah orang kaya atau miliuner di negaranya selama masa pandemi virus corona (Covid-19) ini. Terbaru datang dari situs streaming asal China Bililbili, di mana salah seorang daftar pimpinannya telah masuk ke dalam daftar miliuner dunia.
Itu terjadi lantaran perusahaan yang terdaftar di perdagangan Nasdaq tersebut menyentuh rekor pendapatan finansial pada kuartal pertama 2020.
Mengutip laporan Forbes, sekitar 8 persen saham milik Pendiri Bililbili Yi Xu bernilai USD 1 miliar pada Selasa (19/5) pagi kemarin, setelah diperdagangkan setinggi USD 36,26 per lembar saham.
Kenaikan itu terjadi pasca perusahaan melaporkan pendapatan di tiga bulan pertama 2020 melonjak 69 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya, menjadi USD 327 juta.
Adapun beberapa investor besar menanamkan uangnya di Bililbili, termasuk Alibaba Tencent. Daftar tersebut terus bertambah setelah Sony pada April 2020 juga mengambil 5 persen kepemilikan saham di perusahaan.
Sebelumnya, Bililbili pada 2019 lalu telah memiliki satu miliuner, yakni Chairman Chen Rui dengan kekayaan yang tercatat dalam Forbes Real-time Billionaires List sebesar USD 1,7 miliar.
Sementara Yi Xu yang mendirikan Bililbili pada 2009 kini ikut terdaftar dalam list tersebut. Dia saat ini baru berusia 30 tahun dan telah menjadi bos di perusahaan sejak Desember 2013.
Seluruh catatan tersebut semakin menegaskan posisi China sebagai negara terbesar kedua yang menjadi rumah bagi para miliarder dunia setelah Amerika Serikat.
Adapun 3 orang terkaya teratas di Negeri Tirai Bambu ditempati oleh pebisnis online, yakni Ma Huateng dari Tencent, Jack Ma dari Alibaba, dan Colin Huang dari Pinduoduo.
-
PAPUA TENGAH24/04/2026 12:00 WIBDansatgas Tinjau Progres Pembangunan TMMD di Kampung Keakwa
-
OLAHRAGA24/04/2026 11:30 WIBJanice Tjen/Aldila Sutjiadi Melaju ke 16 Besar Madrid Open 2026
-
RAGAM24/04/2026 11:00 WIBHati-hati! Obat Kumur Bisa Menyebabkan Hipertensi
-
EKBIS24/04/2026 21:00 WIBMenkeu: Revisi Aturan DHE SDA Akan Terbit Dalam Waktu Dekat
-
POLITIK24/04/2026 16:00 WIBNasDem: Capres Harus Kader Parpol Agar Termotivasi
-
DUNIA24/04/2026 13:00 WIBUni Eropa Terapkan Sanksi Baru ke Rusia
-
PAPUA TENGAH24/04/2026 22:00 WIBPemantauan Kasus Kekerasan di Puncak Diperkuat
-
EKBIS24/04/2026 12:39 WIBMenteri PKP Koordinasi dengan BPK, Pastikan Program Perumahan Tepat Sasaran

















