Berita
Barikade 98 Antisipasi Upaya Kudeta Pemerintah Jokowi
AKTUALITAS.ID – Presiden Joko Widodo disebut telah berada dalam ancaman kudeta dan sabotase oleh empat kelompok, yaitu Cendana, oligarki Orde Baru, penguasa hitam dan jaringan eks Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Maka, para pendukung Jokowi yang berlatar belakang aktivis 1998, partai politik dan loyalis Jokowi mengasosiasikan diri berhimpun dalam Barikade 98 yang diketuai oleh Benny Ramdhani, Ketua […]
AKTUALITAS.ID – Presiden Joko Widodo disebut telah berada dalam ancaman kudeta dan sabotase oleh empat kelompok, yaitu Cendana, oligarki Orde Baru, penguasa hitam dan jaringan eks Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
Maka, para pendukung Jokowi yang berlatar belakang aktivis 1998, partai politik dan loyalis Jokowi mengasosiasikan diri berhimpun dalam Barikade 98 yang diketuai oleh Benny Ramdhani, Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan Partai Hanura. Pembentukan Barikade itu bertujuan menutup empat kelompok tersebut dalam upaya melancarkan aksi kudeta dan sabotase atas pemerintah yang sah.
Benny Ramdhani, yang juga Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), mengaku sangat yakin empat kelompok ini tengah bermanuver untuk menggulingkan pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.
“Yang pasti Jokowi lima tahun bekerja melaksanakan agenda demokrasi serta reformasi, gangguannya jelas selalu datang dari empat kelompok: Cendana, oligarki Orde Baru, pengusaha hitam yang tersingkir dari panggung penguasaan ekonomi, eks HTI serta jaringannya,” kata Benny di Bandung, Jawa Barat, Senin (9/11/2020).
Menurutnya, gerakan mereka patut diwaspadai, terlebih kepada kelompok Cendana, yang menggunakan segala cara untuk kembali merebut kekuasaan setelah digulingkan pada 1998.
“Ini menjadi ancaman serius tidak hanya bagi Jokowi dan pemerintahan Jokowi, tapi sebetulnya bagi masa depan bangsa ini. Bisa dibayangkan kita sedang dikepung oleh kekuatan Cendana yang ingin melakukan revans (penebusan kekalahan) atas ketidakikhlasan mereka ketika digulingkan ketika ’98,” katanya.
Keluarga Cendana, menurut Benny, mengalami keruntuhan total saat penggulingan rezim Soeharto setelah memimpin Indonesia 32 tahun. “Mereka kehilangan segala-galanya yang selama ini hasil rampasan,” katanya.
Sedangkan oligarki Orde Baru, Benny menegaskan, belum sepenuhnya hilang. Bahkan, mereka disebut aktif menjalankan manuvernya di jejaring lini kekuasaan Istana hari ini. Sementara pengusaha hitam, menurutnya, tidak nyaman dengan manuver Jokowi menggencarkan giat bersih-bersih direksi BUMN.
“Kegiatan bersih-bersih Jokowi yang membuat mereka tidak nyaman, eks HTI yang jelas memiliki agenda politik mengganti ideologi Pancasila—ini ancaman serius. Sehingga 55 persen pendukung Jokowi tidak lagi kekuatan yang diam, tapi harus bangkit melakukan perlawanan kepada mereka,” katanya.
“Termasuk kami memberi warning kepada militer: Militer harus mengambil posisi menjaga pemerintahan. Mereka tidak boleh tergoda atas desakan mana pun termasuk dari empat kelompok tadi. Sabotase dan kudeta itu fakta sedang terjadi. Nah, satu langkah lagi mereka mengambil kekuasaan, sebelum mereka melakukan kudeta politik dan kekuasaan, maka kita tidak pernah memberikan ruang sedikit pun,” katanya.
-
NUSANTARA29/08/2026 20:00 WIBMerapi Bergolak! Awan Panas Melesat hingga 2.000 Meter
-
NASIONAL29/08/2026 16:00 WIBJakarta Ricuh, Polda Metro Belum Pastikan Keterlibatan Ormas
-
DUNIA29/08/2026 15:00 WIBSaudi : Tak Ada Damai dengan Israel Tanpa Palestina Merdeka
-
RAGAM29/08/2026 14:00 WIBDjohan Sjahroezah: Dalang Gerakan Bawah Tanah
-
NASIONAL29/08/2026 17:00 WIBKPK Sita Rp6 Miliar dari Saksi Kasus Izin Tinggal WNA
-
DUNIA29/08/2026 21:00 WIBPakistan di Ambang Jurang, Seruan Reformasi Radikal Menggema
-
EKBIS29/08/2026 22:00 WIBPurbaya Incar Rp 5 Triliun Pajak Baja
-
DUNIA29/08/2026 18:00 WIBLima Warga Gaza Tewas Dibom Israel

















