Berita
Tiga Penjual Senjata Api Jaringan Filipina di Papua Barat Ditangkap Polisi
AKTUALITAS.ID – Polda Papua Barat menangkap tiga orang penjual senjata api jenis pistol pabrikan, yang merupakan jaringan Filipina-Manado-Papua. Dari tiga penjual senjata api ini, satu orang pelaku merupakan perempuan dengan inisial RB alias Rosita. Sedangkan dua lainnya laki-laki, yakni SM alias Soni dan KS alias Kalvin. Dari tangan pelaku, Tim Khusus Polda Papua Barat berhasil […]
AKTUALITAS.ID – Polda Papua Barat menangkap tiga orang penjual senjata api jenis pistol pabrikan, yang merupakan jaringan Filipina-Manado-Papua.
Dari tiga penjual senjata api ini, satu orang pelaku merupakan perempuan dengan inisial RB alias Rosita. Sedangkan dua lainnya laki-laki, yakni SM alias Soni dan KS alias Kalvin.
Dari tangan pelaku, Tim Khusus Polda Papua Barat berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yakni enam pucuk pistol pabrikan beserta 39 butir amunisi kaliber 4,5 mm, dan enam butir amunisi kaliber 3,8 mm.
Kapolda Papua Barat Inspektur Jenderal Polisi Tornagogo Sihombing menyebutkan ketiga pelaku ditangkap di tempat yang berbeda.
“Pertama, tim kita menciduk SM alias Soni yang tidak jauh dari lokasi PLTD Sanggeng pada 3 November 2020, sekira pukul 06.30 WIT. Pada saat itu pelaku hendak memperdagangkan senjata api,” kata Irjen Pol Tornagogo Sihombing kepada wartawan di Mapolda Papua Barat, Selasa, (17/11/2020).
Dia mengatakan berdasarkan hasil pengembangan yang dilakukan tim, kemudian menangkap RB alias Rosita pada 6 November 2020 lalu. Perempuan yang terlibat sindikat penjualan senpi ini dibekuk setelah keluar dari pintu kedatangan Bandara Rendani, Manokwari, pukul 10.00 WIT.
“Di hari yang sama, tim kita kembali menangkap KS alias Kalvin di Kampung Susweni, sekira pukul 13.20 WIT. Ketiganya pun telah ditetapkan menjadi tersangka,” ujarnya.
Tornagogo Sihombing menjelaskan, hasil pemeriksaan awal, modus operandinya, tersangka Rosita yang berdomisili di Kepulauan Sahinge itu menawarkan penjualan senjata api dan amunisi kepada Soni.
Tujuan penjualan senjata api itu dilakukan untuk mencari keuntungan. Sedangkan pembelinya, untuk menjaga diri dan untuk mas kawin. Meski demikian, Kepolisian Daerah Papua Barat masih mendalami motif lainnya.
“Kami masih dalami peredaran senjata ini ke Papua Barat itu seperi apa. Kami pun tidak bisa menerka motifnya untuk ini dan itu. Jadi kita selidiki dulu ya,” katanya.
-
RIAU19/10/2026 17:48 WIBPolda Riau Berhasil Lakukan Pengungkapan 47 Kg Sabu di Pekanbaru
-
Berita20/10/2026 07:00 WIBBahlil Bantah Kuota BBM Dipangkas
-
JABODETABEK19/10/2026 19:29 WIBDua Saksi Bank Ungkap Aliran Dana Rp80 Juta dari VL ke Bangun Paulus
-
JABODETABEK20/10/2026 06:30 WIBIni Jadwal SIM Keliling Jakarta 20 Oktober
-
POLITIK19/10/2026 20:00 WIBSugiat Santoso: Jangan Jadikan Putusan MK sebagai Arena Politik
-
NASIONAL19/10/2026 17:00 WIBSurvei PPI: Raja Juli Dinilai Berkinerja Terburuk
-
RAGAM19/10/2026 22:00 WIBSiap-Siap! Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Terjadi 2027
-
NASIONAL19/10/2026 20:00 WIBLPS: Gen Z Awas Jebakan Judol & Pinjol