Berita
Soal CCTV Mati di Bentrok FPI, Polisi Bakal Periksa Jasamarga
AKTUALITAS.ID – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri berencana memeriksa petugas PT Jasa Marga (Persero) Tbk terkait dengan kamera pengawas atau CCTV yang tidak berfungsi di sekitar Jalan Tol Jakarta-Cikampek saat bentrokan terjadi antara polisi dengan anggota Front Pembela Islam (FPI). Setidaknya ada 23 CCTV yang disebut mengalami gangguan teknis sehingga tidak dapat merekam kejadian dari […]
AKTUALITAS.ID – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri berencana memeriksa petugas PT Jasa Marga (Persero) Tbk terkait dengan kamera pengawas atau CCTV yang tidak berfungsi di sekitar Jalan Tol Jakarta-Cikampek saat bentrokan terjadi antara polisi dengan anggota Front Pembela Islam (FPI).
Setidaknya ada 23 CCTV yang disebut mengalami gangguan teknis sehingga tidak dapat merekam kejadian dari KM 43-KM 72 selama kejadian.
“Jadi penyidik menjadwalkan pemeriksaan, untuk waktunya tentu kami akan komunikasikan. Kalau perlu penyidik nanti ke sana (Jasa Marga) untuk mengambil keterangan,” ucap Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Andi Rian Djajadi saat dihubungi wartawan, Selasa (15/12/2020).
Pemeriksaan itu akan dilakukan pada pekan ini sehingga dugaan tindak pidana dalam perkara tersebut dapat segera terungkap. Meskipun, kata Andi, rekaman CCTV bukan satu-satunya barang bukti yang diandalkan penyidik dalam perkara ini.
“Mudah-mudahan minggu ini, lagi dijadwalkan degan penyidik saya. Kalau bisa hari Kamis, hari Kamis,” ucap dia.
“Jangan terpaku dengan CCTV, enggak jadi nanti ya,” tambahnya.
Sebagai informasi, polisi mengklaim telah memiliki rekaman pengawas di sekitar lokasi kejadian. Hanya saja, hingga saat ini pihak kepolisian belum membuka bukti-bukti tersebut kepada publik.
Bukti rekaman itu dinilai penting untuk mengungkap bentrokan yang menewaskan enam anggota laskar FPI akibat ditembak polisi.
Dalam keterangannya polisi menyebut penembakan dilakukan karena laskar hendak melukai petugas. Namun, pihak FPI membantah menyerang terlebih dahulu ketika para laskar tersebut mengawal Rizieq Shihab.
-
POLITIK08/08/2026 10:00 WIBAmnesty Desak Polisi Bebaskan Pengkritik Prabowo
-
NUSANTARA08/08/2026 07:30 WIBBNPB Jatuhkan Ribuan Liter Air Padamkan Api Kawasan Bromo
-
POLITIK08/08/2026 11:00 WIBBawaslu Dorong IKU Jadi Budaya Kerja
-
NASIONAL08/08/2026 07:00 WIBKepala BGN: 950 Dapur MBG Terancam Ditutup Permanen
-
EKBIS08/08/2026 14:00 WIBEddy Soeparno Dorong BUMN Terus Hadirkan Dampak Nyata bagi Masyarakat
-
NASIONAL08/08/2026 17:00 WIBPolisi Bongkar 4 Modus Hoaks di Medsos
-
DUNIA08/08/2026 12:00 WIBIran Ancam Gelapkan Negara-negara Teluk
-
JABODETABEK08/08/2026 07:30 WIBGedung Bapenda DKI Terbakar Hebat

















