Berita
Kepala BP2MI Minta Menteri BUMN Beri Vaksin COVID Untuk PMI yang Akan ke LN
AKTUALITAS.ID – Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mengirimkan surat kepada Menteri BUMN, Erick Thohir. Ia meminta agar vaksin COVID-19 juga disiapkan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang akan bertolak ke luar negeri. “Saya mengirim surat kepada menteri BUMN, saya minta jadwal untuk bertemu, dari sekian juta vaksin yang disiapkan untuk masyarakat […]
AKTUALITAS.ID – Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mengirimkan surat kepada Menteri BUMN, Erick Thohir. Ia meminta agar vaksin COVID-19 juga disiapkan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang akan bertolak ke luar negeri.
“Saya mengirim surat kepada menteri BUMN, saya minta jadwal untuk bertemu, dari sekian juta vaksin yang disiapkan untuk masyarakat Indonesia maka isu vaksin utuk pekerja migran yang akan berangkat ke negara penempatan itu juga menjadi penting dan mudah-mudahan tentu kita mendapatkan kuota dan alokasi vaksin untuk para calon pekerja migran Indonesia yang akan berangkat ke negara-negara penempatan,” kata Benny di Kantor BP2MI, Jl. MT Haryono, Jakarta, Minggu (31/1/2021).
Melalui surat ini, Benny mengingatkan agar pemerintah tak melupakan pemberian vaksin COVID-19 untuk PMI. Sebab saat ini banyak negara menutup aksesnya bagi pendatang karena virus COVID-19.
“Tapi vaksin itu menjadi penting agar kita tidak ingin ada PMI yang ketika tiba di negara penempatan seperti halnya dalam beberapa kasus di Taiwan kemudian mereka dinyatakan positif, karena itulah akhirnya Taiwan menutup masuknya para pekerja migran indonesia ke negara Taiwan,” ungkapnya.
Menurutnya, keselamatan jiwa PMI sama pentingnya dengan keselamatan bangsa Indonesia. Hanya saja, sebut Benny, Indonesia pasti akan kesulitan apabila tidak bisa menjamin PMI yang disalurkan ke luar negeri terlindung dari COVID-19.
“Kalau vaksin tidak menjadi prioritas bagi PMI maka akan berdampak kepada PMI itu sendiri, berdampak kepada Indonesia. Artinya keselamatan jiwa, keselamatan kesehatan PMI itu sama dengan keselamatan warga yang lain tapi bedanya jika PMI dinyatakan positif ketika tiba di wilayah penempatan, negara tersebut akan menutup dengan kebijakan tidak menerima PMI ke negara penempatan. Artinya akan banyak PMI yang kehilangan pekerjaan dan itu berdampak bagi ekonomi negara kita,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Benny juga memaparkan sepanjang tahun 2020 sebanyak 162 ribu PMI dipulangkan ke Indonesia dari negara penempatannya. Selain itu, sebanyak 700 PMI yang meninggal dunia diantarkan ke keluarganya.
“Kurang lebih 700 jenazah yang tiba dari negara-negara penempatan di Indonesia yang kemudian kita jemput di bandara dengan ambulans dan kita langsung antar ke kampung halaman dengan pembiayaan negara,” ungkapnya.
“Yang sakit ini sudah menembus 470 orang, yang sakit terakhir yang struk saya menjemput PMI dari taiwan, semua PMI yang sakit kita jemput di bandara kemudian kita rujuk ke RS Polri yang biaya perawatan hingga sembuh itu ditangani juga oleh negara dalam hal ini BP2MI,” lanjutnya.
-
DUNIA21/03/2026 00:00 WIBIran Izinkan Tiga Negara ini Melintasi Selat Hormuz
-
NUSANTARA20/03/2026 13:30 WIBPuncak Arus Mudik di Jalur Nagreg Sudah Terlewati
-
NASIONAL20/03/2026 20:00 WIBMuhammadiyah Serukan Persatuan di Tengah Perbedaan Lebaran
-
RAGAM20/03/2026 14:00 WIBWijaya 80 dan Sal Priadi Rilis Single “Bulan Bintang-Garis Menyilang”
-
NUSANTARA20/03/2026 15:30 WIBLedakan Petasan Mengakibatkan Satu Orang Tewas di Semarang
-
NASIONAL20/03/2026 14:30 WIBKPK Fasilitasi 67 Tahanan untuk Salat Idul Fitri
-
NASIONAL20/03/2026 22:00 WIBKompolnas Kawal Ketat Transparansi Kasus Air Keras Aktivis KontraS
-
JABODETABEK20/03/2026 20:30 WIBSalah Naik Motor, Pria Mabuk Diamuk Warga di Bogor

















